2017 BNI Menyasar Sektor Prioritas Pemerintah

by

PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI) bakal mengubah pola penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun depan. Selama ini, penyaluran KUR Bank BNI mencakup ke semua sektor. Direktur Utama Bank BNI Achmad Baiquni mengatakan, pola penyaluran KUR tahun depan akan menyasar sektor prioritas pemerintah. Untuk nilai KUR, BNI menunggu keputusan pemerintah. “komposisi selama ini penyalurannya tidak segmented per sektor. Jadi begitu volume, bisa masuk ke mana saja,” terang Baiquni.
Menurut Baiquni, sektor yang disasar KUR BNI tahun depan antara lain ialah sektor pertanian. Itu seiring pemerintah yang menitikberatkan pada ketahanan pangan saat ini. “Tapi sekarang kita mulai mengatur nanti ke depan. Ini sejalan dengan program pemerintah. Bahwa ketahanan pangan menjadi concern. Kita akan masuk ke pertanian. Jadi nanti polanya sistem akan kerjasama kementerian,” jelas Baiquni.
Kemudian, lanjut Baiquni, BNI juga akan membidik sektor perikanan. Hal ini mengingat pemerintah ingin mendorong sektor maritim. “Tidak hanya perdagangan ikan tapi penangkapan, pemrosesan, kita support,” tutur Baiquni.
Dia melanjutkan, BNI akan menyasar sektor perdagangan. Tapi, perseroan menyasar sektor perdagangan yang memberi efek berkelanjutan. Lalu, perseroan juga mengincar sektor jasa. Sektor jasa ini mencakup sektor pariwisata. “Jasa-jasa termasuk wisata kita ingin dorong nanti ada guide wisata bisa akses pembiayaan dari kita,” tandas Baiquni.
Selain itu, BNI pun senantiasa melakukan inovasi strategis guna memberikan kemudahan dalam setiap layanan kepada masyarakat. Salah satunya yaitu dengan mendorong penyaluran kredit secara online atau disebut BNI Kredit Digital.
Menurut Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil Bank BNI Anton Fadjar A Siregar, BNI Kredit Digital ialah layanan digital yang telah diluncurkan BNI untuk melayani masyarakat. Adapun kredit yang ditawarkan ialah Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro dengan batas Rp 25 juta dan BNI wirausaha dengan (BWU) dengan batas maksimal Rp 1 miliar.
Untuk mengakses kredit ini, lanjut Anton, masyarakat tinggal mengakses eform.bni.co.idatau E-Lo mobile. Di sana, masyarakat hanya tinggal memenuhi dokumen yang telah disyaratkan oleh Bank BNI.
Selanjutnya, imbuh Anton, pihak bank akan berkunjung untuk melakukan survei. Survei ini menentukan apakah pemohon bisa mendapat pembiayaan atau tidak. “Kita punya level dalam waktu dua hari, dia harus proses datengin. Harus hubungi, jadi notifikasi diterima, bank harus hubungi paling tidak telepon untuk janjian follow updaripada permasalahan aplikasi yang diajukan. Setelah kunjungan baru dilihat bisa dibiayai apa tidak,” jelas Anton.
Dia menambahkan, perseroan menargetkan penyaluran kredit melalui BNI Kredit Digital tahun ini mencapai Rp 5,3 triliun-5,4 triliun. Realisasi sampai 11 November 2016 sendiri telah mencapai Rp 4,3 triliun dengan aplikasi yang disetujui 8.683 aplikasi. “Kami target dari Rp 4,3 triliun bisa tambah Rp 1 triliun lagi mungkin Rp 5,3 triliun-5,4 triliun,” tandas Anton.

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *