2017 Industri Asuransi Jiwa Tumbuh Double Digit

by

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meyakini industri asuransi jiwa di Indonesia akan dapat tumbuh lebih tinggi pada tahun 2017. AAJI memprediksi pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional pada tahun depan berkisar 10-30 persen. Proyeksi pertumbuhan pendapatan premi hingga akhir 2016 sekitar 14-15 persen lebih rendah dibandingkan prediksi awal yang mencapai 20 persen.
Hal ini berdasarkan pengalaman industri selama 10 tahun terakhir. Dalam kondisi perekonomian nasional bagaimanapun, industri asuransi jiwa optimis tetap dapat tumbuh. Perkembangan industri ini tidak terpengaruh naik turunnya pasar. Tahun depan akan tetap tumbuh. “Kami tidak khawatir terlalu berlebihan dengan kondisi ekonomi, karean tiap tahun sudah terbukti. Kami yakin setidaknya sampai akhir tahun masih akan tetap tumbuh,” ujar Ketua Umum AAJI Hendrisman rahim.
Hendisman mengatakan bahwa industri asuransi jiwa sulit mencapai pertumbuhan premi 20 persen pada akhir tahun ini karena peneterasi pasar asuransi masih rendah. Dengan demikian, pemasaran asuransi masih beredar di nasabah exsisting yang memiliki batas maksimal dalam membeli asuransi. Pendapatan premi yang menjadi salah satu kontributor dari pendapatan industri asuransi jiwa. “Saya berkeyakinan setidak-tidaknya premi tumbuh 14-15 persen tahun ini. Ya mudah-mudahan tercapai lebih dari itu juga,” ungkap dia.
Terkait peluang industri asuransi dapat juga memanfaatkan dana tax amnesty, Hendrisman mengakui potensi ini sangat terbuka. Menurutnya, bukan tidak mungkin sebagian wajib pajak yang telah mendaftarkan ikut tax amnesty juga menyertakan jumlah investasinya di sektor asuransi sebagai bagian dari harta yang dideklarasikan. “Hanya saja berapa persisnya jumlah dana tax amnesty yang ditanamkan ke asuransi, kami belum memiliki datanya. Hal seperti ini biasanya tidak dilaporkan secara terbuka kepada kami,” aku Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tersebut.
Namun Hendrisman menilai peluang pertumbuhan industri asuransi jiwa semakin bagus. Terlebih hampir semua Bank BUKU III (kelompok Bank dengan modal inti berkisar Rp 5 triliun-Rp 30 triliun-red) dan BUKU IV (kelompok Bank dengan modal inti diatas Rp 30 triliun-red.) semakin serius memasarkan produk Bancassurance (produk asuransi yang ditawarkan melalui layanan perbankan, red.). “Hampir semua bank besar semakin serius dengan layanan bancassurance mereka,” ujarnya. [

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *