Agus Martowardojo Ciptakan Stabilitas Sistem Keuangan Negara

by

Dunia kerjanya tak lepas dari studi kuliahnya. Pria lulusan UI ini memulai karier sebagai pegawai hingga direktur bank. Puncaknya, ia menjadi menteri keuangan dan gubernur Bank Indonesia. Agus Dermawan Wintarto Martowardojo biasa dipanggil Agus lahir di Amsterdam, Belanda, 24 Januari1956. Meski lahir di luar negeri, Agus menyelesaikan masa sekolahnya di Jakarta.

Agus Martowardojo sekolah di SD Budi Waluyo, SMP Pangudi Luhur, dan SMA Pangudi luhur Jakarta. Setelah itu, ia melanjutkan ke Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (UI). Ia berhasil meraih gelar sarjana ekonomi pada usia  28 tahun. Dalam pendidikan ini, Agus juga meneruskan kuliahnya bidang perbankan di State University of New York dan Stanford University di Amerika, lantas melanjutkan ke Institute Banking & Finance di Singapura.

Agus memulai kariernya pada usia 28 tahun di perbankan sebagai Officer Development Program (ODP) di Bank of America, sebagai International Loan Office. Kariernya terus menanjak, pada akhirnya Agus berkerja di Bank Niaga sebagai Vice President, Corporate Banking Group di Surabaya dan Jakarta.

Pada tahun 1994, ia menjadi Deputy Chief Executive Officer Maharani Holding. Setelah itu ia kembali ke dunia bank menjabat sebagai Direktur Utama Bank Bumiputera.  Ia berpindah lagi, kali ini ke bank plat merah. Dia didaulat sebagai Direktur Bank Mandiri pada usia 54 tahun dan menjabat dari tahun 2005 hingga tahun 2010.

Setelah tidak menjabat sebagai direktur utama Bank Mandiri, pada tahun 2010, ia diangkat menjadi menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Pada Maret Tahun 2013, Agus Dermawan Wintarto Martowardojo terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2013-2018.

Bersama Bank Indonesia (BI) ia optimistis pertumbuhan ekonomi dalam negeri sepanjang 2017 akan berada di 5,2 persen meski di paruh pertama tahun ini laju perekonomian masih terhambat konsolidasi untuk perbaikan kinerja korporasi dan perbankan.

Menurut Agus, pada triwulan I 2017, pertumbuhan ekonomi belum optimal karena konsolidasi yang masih berjalan untuk perbaikan kinerja korporasi dan juga perbankan, imbas dari perlambatan ekonomi sepanjang 2016.

Oleh karena belum optimalnya kontribusi swasta dan perbankan, kata Agus, laju konsumsi domestik di triwulan pertama 2017 tidak sesuai ekspetasi BI.

Sebelumnya, Agus memproyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan I 2017 berada di bawah angka 5,05 persen. Meskipun demikian, Bank Sentral memandang bahwa nantinya pada kuartal III dan IV tahun ini, pertumbuhan ekonomi akan berada di atas 5,2 persen. Hal itu yang akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,2 persen.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,1 persen pada kuartal I 2017, dan akan bergerak di 5,2-5,4 persen (year-on-year) untuk keseluruhan tahun ini.

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *