Asuransi Asei Kembali Mendapatkan Market Trust

by

Dengan adanya perubahan brand menjadi Asuransi Asei Indonesia pada 2014, diawal beroperasinya kegiatan bisnis tentunya tidak dapat dihindari adanya beberapa kerugian-kerugian yang harus dihadapi oleh manajemen. Menurut Kepala Divisi SBU Asuransi Kredit & Penjaminan PT Asuransi Asei Indonesia, Wahyu Siswanto, secara entity nama Asuransi Asei Indonesia di market terkesan sebagai perusahaan yang baru berdiri. Alhasil, pihak yang ingin bekerja sama menilai Asuransi Asei Indonesia sebagai perusahaan baru berdiri yang harus di rating terlebih dahulu, dalam rating sebelumnya menggunakan entity yang berbeda, dengan kata lain tidak boleh menggunakan rating perusahaan sebelumnya yaitu PT Asuransi ekspor Indonesia (Persero). “Ini merupakan kerugian immaterial bagi Asuransi Asei Indonesia,” ujar Wahyu.

Lebih lanjut Wahyu memaparkan kerugian manajemen secara material tergambar, ketika periode perpanjangan polis yang sebelumnya menggunakan nama perusahaan yang lama tidak serta merta dapat dilanjutkan pada Asuransi Asei Indonesia. “sehingga Perusahaan tidak bisa mencatat premi / membukukan atas Polis renewal tersebut” ungkap Wahyu.

Menurut Wahyu untuk mempertahankan bisnis dengan portofolio yang selama ini berjalan, perusahaanmelakukan pendekatan khusus kepada nasabah yang memiliki loyalitas terhadap produk layanan Asei, dalam hal ini nasabah betul-betul memahami atas perubahan yang terjadi di perusahaan.

“Mereka mengetahui bahwa perusahan mengalami perubahan brand, tetapi produk yang ditawarkan tetap sama. Produk yang kita miliki saat ini khususnya asuransi keuangan (asuransi perdagangan baik lokal transaksi ekspor, penjaminan pembukaan LC / SKBDN dan Asuransi Kredit produktif, Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja”) tentunya memiliki corak atau ragam yang berbeda dengan produk asuransi umum lain, jelas Wahyu.

 

Pengalihan Portofolio

Sebagai perusahaan yang baru berdiri pada 2014, tetapi Asuransi Asei harus memikul beban atas perusahaan sebelumnya khususnya beban hutang klaim. Secara akumulasi, beban hutang klaim tersebut pada akhirnya mempengaruhi kinerja 2014 hingga 2016. Dengan pendapatan yang masih sedikit karena pengaruh market trust yang belum tumbuh dengan baik kepada nama Asuransi Asei namun perusahaan harus menanggung beban masalah yang cukup besar. Sehingga mengganggu financial cash flow perusahaan.

“Asuransi Asei harus membayar beban klaim tersebut mulai tahun 2014, 2015 hingga 2016 bahkan tahun 2017. Kondisi tersebut pada akhirnya terpotret bahwa kinerja menurun,” terang Wahyu.

 

Perlahan Mendapatkan Market Trust

Berbicara mengenai kinerja, menurut Wahyu tentunya harus ada perbandingan dengan kinerja di masa lalu. Tahun 2013, sebut Wahyu merupakan puncak atas keberhasilan Asei dimana pada masa tersebut berhasil meraih pendapatan premi yang sangat tinggi. Karena terjadinya perubahan nama di 2014 menjadi Asei Re sebelum akhirnya spin off dan berubah menjadi Asuransi Asei Indonesia, sebagai salah satu sebab “brand image” menurun dan melemahnya market trust.

Meskipun demikian, jika dilihat secara year on year (y-o-y) Kuartal III/2017 segmen asuransi keuangan mengalami growth sebesar 22-25% dibanding kuartal sama tahun 2016. Keberhasilan atas pencapaian growth tersebut tidak terlepas dari upaya manajemen dalam melakukan sinergitas dengan pihak perbankan BUMN.

Market khususnya perbankan kita rangkul kembali, kemudian perlahan kita yakini pasar tentang kondisi Asuransi Asei saat ini, sehingga  upaya tersebut Asuransi Asei kembali mendapatkan market trust,” ujar Wahyu.

Selain itu, lanjut Wahyu, karena perusahaan sebenarnya memiliki perjalanan panjang selama 32 tahun dalam berbisnis asuransi kredit dengan track record yang baik. Bagi mitra bisnis, yang terbukti semakin bertambahnya perjanjian kerja sama dengan pihak perbankan BUMN maupun BPD, kalimat terakhir dari Wahyu. Salah satu bukti bahwa Asei semakin dipercaya, yakni saat ini melindungi Bank BUMN yang memberikan pembayaran kepada Fasilitas Kesehatan (FASKES) atas tagihan kepada BPJS. []

 

 

 

 

 

 

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *