Asuransi Asei Kuatkan Core Kompetensi Sebagai Asuransi Keuangan

by

PT Asuransi Asei Indonesia (Asuransi Asei) menargetkan perolehan premi tahun 2017 sebesar Rp771 Miliar. Target tersebut tetap optimis tercapai, meskipun keberadaannya secara de jure baru berusia 3 tahun, namun sejatinya Asuransi Asei telah membawa pengalaman sebagai pemain asuransi yang piawai sejak 32 tahun lalu. Ke depan, Asuransi Asei optimis menatap opportunity bisnis di tahun 2018 dengan sejumlah target pertumbuhan dan penguatan infrastruktur bisnis yang jauh lebih baik.

Menurut Senior Vice President Corporate Secretary PT Asuransi Asei Indonesia, Tranggana Nadir, meskipun secara legal (de jure) Asuransi Asei baru berdiri 3 tahun yang lalu yaitu pada 9 Oktober 2014, namun eksistensi dan infrastruktur bisnis yang dibangun oleh Asuransi Asei secara de facto sejatinya sudah terbangun kuat sejak 32 tahun yang lalu. Saat ini, terang pria yang akrab di sapa Itang tersebut, mengungkapkan bahwa Asuransi Asei telah melalui tahapan transformasi dan proses spin off yang terjadi 3 tahun silam dengan sangat baik. Dengan kata lain, imbuh Itang, pihaknya ingin men­-deliver kepada public bahwa meskipun Asuransi Asei baru 3 tahun di spin off menjadi anak perusahaan oleh PT. Indonesia Re (Persero) sebagai bagian dari tahapan pembentukan Perusahaan Reasuransi Nasional, namun sejatinya Asei telah membawa pengalaman selama 32 tahun pada industrinya. Sehingga nasabah-nasabah tetap memiliki trust yang kuat dalam berbisnis bersama Asuransi Asei.

“Tentunya perjalanan 32 tahun tersebut telah mengasah kemampuan dan pengalaman Asei pada industri Asuransi, dan itu merupakan modal penting bagi kami,” ujar Itang.

 

Core Kompetensi Asuransi Keuangan

Itang menyebut saat ini pihaknya secara bertahap  tengahmelakukan ­business balancing dan me-refocus agar Asuransi Asei lebih memperkuat core kompetensinya sebagai asuransi keuangan. Hal tersebut tentunya sejalan dengan keinginan pemegang saham, dimana agar Asuransi Asei diharapkan kembali kepada “khittah-nya”. Namun demikian, imbuh Itang, hal tersebut tentunya harus dilakukan secara smooth, karena bukan berarti portofolio asuransi umum yang pada masa lalu  mendominasi dibandingkan asuransi keuangan, kemudian ditinggalkan begitu saja, namun produk-produk Asuransi Umum yang selama ini dimiliki Asei tetap akan digarap secara optimal dengan tetap menjaga  keseimbangan pertumbuhannya dengan produk Asuransi Keuangan.

“Meskipun terjadi penyeimbangan menjadi asuransi keuangan, namun fungsi Asuransi Asei diakui tidak akan langsung bergeser secara total, namun akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa waktu mendatang.Jadi dengan penerapan strategi tersebut, Asei bertekad untuk membawa Asuransi Asei untuk tumbuh menjadi market leader dan tentunya dengan harapan Asuransi Asei mampu mencetak kinerja yang gemilang dimasa mendatang,” papar Itang.

Menurut Itang, dari sisi bisnis balancing sektor asuransi keuangan telah menunjukan performa yang cukup baik, dimana terjadi pertumbuhan sebesar 22-25% (y-o-y). Seperti diketahui bahwa pada tahun lalu pertumbuhan asuransi umum mendominasi sebesar 60% jika dibandingkan asuransi keuangan yaitu 40%, meskipun sampai dengan akhir tahun ini dipatok pertumbuhan atasshare balancing tersebut sebesar 50% dan 50%. “Saat ini tercatat growth asuransi keuangan dari sisi share sudah menunjukan pertumbuhan jika dibanding asuransi umum. Ke depan kami mematok pertumbuhan asuransi keuangan akan lebih dominan dibandingkan asuransi umum,” ujar Itang.

Untuk mencapai kinerja yang diharapkan dalam upaya mendongkrak asuransi keuangan, jelas Itang, tentunya upaya penguatan kerjasama strategis dengan pihak perbankan menjadi point penting dan sinergitas tersebut yang akan terus dikembangkan oleh Asuransi Asei.

“Yang paling utama adalah bagaimana upaya yang dilakukan manajemen terhadap produk-produk yang ada saat ini agar ke depannya dapat di-lead oleh asuransi keuangan.Tapi saya tidak ingin menyatakan bahwa broker yang menghasilkan bisnis asuransi umum akan ditinggalkan. Hanya sharing balancing-nya saja yang akan kami perkuat pada asuransi keuangan, dan produk asuransi umum akan tetap berjalan,” jelas Itang.

Selain menguatkan kerjasama dengan perbankan, Itang mengatakan bahwa ke depan Asuransi Asei akan memupuk kerjasama strategis dengan lembaga keuangan non perbankan dengan upaya mengembangkan pola-pola kerjasama yang tidak hanya sekedar tandatangan perjanjian kerjasama (PKS) tetapi juga membuat host to host dalam rangka kemudahan bisnis dan memberikan nilai tambah bagi para mitra bisnis. []

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *