Bank bjb Jalin Kerjasama Dengan PT Andalan Finance Indonesia

by

Bank bjb melanjutkan kerjasama fasilitas kredit pembiayaan dengan PT Andalan Finance Indonesia (“AFI”) untuk yang ketiga kalinya senilai Rp.200 miliar. Penandatanganan ini dihadiri oleh Direktur Komersial bank bjb Suartini yang didamping oleh Pemimpin Cabang bank bjb Cabang Semarang Anre Rasjidin Pamuntjak, lalu Managing Director – Frans F. Rundengan, didampingi oleh President Commissioner Andalan Finance – Sebastianus H. Budi, Finance Director – Lianawaty, dan Chief of Financial Institution Relationship – Franklin Paul Nelwan. Penandatangan MoU ini dilaksanakan di Fairmont Hotel Jakarta, Jl. Asia Afrika No 8 Jakarta Pusat, Senin (3/4/16).

Kerjasama antara bank bjb dan AFI ini merupakan perjanjian bilateral ketiga dalam bentuk “Kredit Modal Kerja pada Lembaga Pembiayaan”. Dengan adanya penambahan fasilitas kredit ini, total fasilitas kredit yang telah diterima AFI dari bank bjb sebesar Rp.350 miliar. Selain perjanjian bilateral, bank bjb juga turut berpartisipasi dalam perjanjian kredit sindikasi dengan AFI sebesar Rp. 260 miliar sehingga total pendanaan dari Bank BJB kepada AFI sebesar Rp. 610 miliar.

“PT. Andalan Finance Indonesia merupakan nasabah potensial bank bjb baik untuk produk funding maupun lending. Strategi ke depan kita akan mengembangkan dan menumbuhkan kerjasama baik secara bilateral maupun sindikasi”, Tutur Suartini selaku Direktur Komersial bank bjb.

Fasilitas pendanaan dari bank bjb akan dipergunakan untuk mendukung target penyaluran pembiayaan di tahun 2017 yang diproyeksikan akan tumbuh sebesar 11 persen dibanding perolehan tahun lalu. Hingga Maret tahun ini, AFI telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp.692 miliar atau meningkat sebesar 85% dari periode yang sama pada tahun lalu. Komposisi pembiayaan mobil bekas masih mendominasi, yakni sebesar 80%, sedangkan sisanya sebesar 20% merupakan pembiayaan mobil baru.

Kenaikan pada penyaluran pembiayaan dan nilai aset diikuti dengan efisiensi biaya operasional serta penurunan tingkat piutang yang menunggak (Non Performing Financing/NPF). Penurunan tingkat NPF ini terjadi karena sistem deteksi dini yang dilakukan oleh perusahaan terhadap konsumen yang piutangnya terindikasi bermasalah dalam pembayaran dapat berjalan dengan baik.

bank bjb terus memperkuat posisi sebagai lembaga intermediasi yang ditunjukan dengan keberhasilan bank bjb mencatatkan pertumbuhan kredit mencapai 14,2% (y-o-y). Dari sisi segmentasi, bank bjb terus meningkatkan penyaluran kredit seluruh segmen bisnis dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen konsumer yang mencapai 15,7% menjadi Rp 44,2 triliun pada Desember 2016.

Pada akhir tahun 2016 bank bjb melakukan corporate action dengan menerbitkan Medium Term Notes (MTN) sebesar Rp 1,1 triliun, dimana dana yang diperoleh dari penerbitan MTN tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi kredit di tahun 2017.

 

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *