Bank Bukopin Terus Pacu Segmen Ritel

by

Bank Bukopin secara konsisten terus memacu pertumbuhan bisnis pada segmen ritel sebagai motor penggerak utama pertumbuhan kinerja Perseroan dan memposisikan segmen komersial sebagai penyeimbang. Direktur Ritel PT. Bank Bukopin, Tbk. Heri Purwanto mengatakan di tengah tekanan situasi ekonomi yang masih terus meningkat, kondisi segmen ritel di Tanah Air secara umum masih cukup menjanjikan. “Oleh karena itu, kami optimistis akan dapat memacu pertumbuhan kinerja Perseroan pada segmen ritel,” ujarnya.

Segmen ritel Bank Bukopin terdiri dari bisnis mikro, Usaha Kecil & Menengah (UKM), dan konsumer. Untuk memacu pertumbuhan pada segmen mikro, Perseroan akan meningkatkan fokus pada kredit langsung ke pensiunan pegawai pemerintah, TNI, dan kepolisian, serta memperkuat pengembangan aliansi strategis dengan mitra strategis. Bank Bukopin akan memacu pertumbuhan bisnis dari segmen yang relatif baru dikembangkan di segmen ini, yaitu pensiunan. “Ruang untuk tumbuh pada segmen ini masih sangat terbuka,” jelasnya.

Bank Bukopin juga akan terus mendorong optimalisasi kinerja reseller/partner, pengembangan produk perbankan mikro branchless, mendorong peningkatan kualitas kredit Swamitra, serta pada bisnis koperasi dan pensiunan.

Pada sektor UKM, Heri menegaskan bahwa Bank Bukopin akan terus berkomitmen untuk memajukan bisnis UKM melalui berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Sementara untuk bisnis konsumer, Perseroan akan terus berupaya memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dengan beragam pilihan produk tabungan, giro, deposito, kartu kredit, dan kredit konsumsi. Di

rektur Perencanaan & Keuangan PT. Bank Bukopin, Tbk. Eko Rachmansyah Gindo menjelaskan selama semester I/2016 sebagian besar kredit Perseroan diserap oleh sektor ritel yaitu mencapai 65,55%, sementara segmen komersial sebesar 34,45%.

Secara keseluruhan, pada semester I/2016, laba bersih Perseroan tumbuh 14,13% dibandingkan periode tahun 2015. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp509 miliar.

Pertumbuhan laba bersih tersebut terutama ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga Perseroan sebesar 16,28% menjadi Rp4,6 triliun secara year-on-year, sementara pendapatan operasional lain Perseroan juga tumbuh 15,79% menjadi Rp667 miliar.

Kenaikan pendapatan bunga Perseroan terutama didorong oleh pertumbuhan kredit yang meningkat 20,72% menjadi Rp70,8 triliun dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp58,7 triliun.

Pertumbuhan kredit Perseroan juga diikuti oleh kenaikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang tumbuh sebesar 39,75% secara year on-year menjadi Rp1,3 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan pertumbuhan bisnis Perseroan dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Kemampuan Perseroan untuk menyalurkan kredit tersebut didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga yang terus meningkat. Posisi DPK Bank Bukopin tumbuh 9,44% menjadi Rp77,4 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp70,7 triliun.

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *