Bank Mandiri Tawarkan Bunga 8% Untuk LRT

by

PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) berkomitmen membiayai proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi). Namun, Bank Mandiri belum memutuskan besaran kucuran dana beserta bunga yang diberikan. Menurut Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar, perbankan berharap, bunga pinjaman tersebut sekitar 8 persen.

“Patokannya kredit kepada pemerintah, obligasi pemerintah berapa sih 10 tahun? Kurang lebih di situ levelnya. Kalau SUN 10 tahun level yield-nya sekitar 8,25 persen wajar-wajarnya kurang lebih sama. Itu dijamin pemerintah kurang lebih begitu ekspektasi di level itu,” jelas dia di Kantor Pusat Bank Mandiri Jakarta,belum lama ini.

Royke mengatakan, perusahaan pelat merah rata-rata akan terlibat dalam proyek tersebut. Lantaran, LRT merupakan program pemerintah. Rata-rata Bank BUMN, lanjutnya, pasti ambil karena program pemerintah dan diyakini cuma memang tergantung bunganya.

Kucuran dana tersebut tak akan memberatkan kinerja Bank Mandiri. Lantaran, banyak pihak yang masuk dalam program itu. Kemudian, kucuran yang diberikan pun bertahap. “Dan menariknya nggak sekaligus proyeknya 4 tahun, pakainya Rp 1 triliun-Rp 2 triliun. Pembangunan tidak sekaligus,” ujarnya.

Royke menuturkan, porsi pinjaman ini menunggu keputusan dari pemerintah. “Masih menunggu Perpres, masih nunggu keputusan pemerintah skemanya sudah. Kan melibatkan banyak instansi, ada Perhubungan, ada Kemenko, BUMN, banyak sekali, Keuangan. Bagaimana penjaminan seperti apa,” jelasnya.

Sebagai informasi, komitmen Bank Mandiri untuk membiayai proyek infrastruktur sebesar Rp 202,8 triliun. Komitmen tersebut terdiri dari sektor jalan, transportasi, migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, perumahan rakyat dan fasilitas kota, serta kontruksi. Sementara, pembiayaan yang sudah disalurkan (outsanding) mencapai Rp 118,7 triliun.

Incar Pembiayaan 8 Ruas Tol

Selain itu Bank Mandiri juga mengicar pembiayaan 8 ruas tol yang sedang digarap PT Jasa Marga Tbk. 8 ruas itu bakal dibiayai di antaranya memakai sindikasi dengan kisaran Rp 40 triliun. Royke Tumilaar mengatakan, Bank Mandiri paling tidak bisa mengambil porsi seperempatnya atau sekitar Rp 10 triliun dari sindikasi tersebut. “Kreditnya sindikasi Rp 40 triliun, Kredit Mandiri seperempatan lah, Rp 10 triliunan,” ungkapnya.

Beberapa ruas dari 8 tol tersebut, lanjutnya, di antaranya Tol Jakarta-Cikampek II elevated, Gempol-Pasuruan, Manado-Bitung, Pandaan-Malang. “Yang bagus yang deket jalan tol, Jasa Marga. Ada 8 ruas, banyak namanya,” ujarnya.

Untuk diketahui, Bank Mandiri berkomitmen membiayai proyek infrastruktur sebesar Rp 202,8 triliun. Komitmen tersebut terdiri dari sektor jalan Rp 19,5 triliun, transportasi Rp 52,2 triliun, migas dan energi terbarukan Rp 12,4 triliun, tenaga listrik Rp 45,5 triliun, telematika Rp 15,2 triliun, perumahan rakyat dan fasilitas kota Rp 15,3 triliun, serta kontruksi Rp 22,2 triliun.

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *