Bank Muamalat Bidik Pembiayaan di Sektor KPR

by

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk membidik pembiayaan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Setidaknya 50 persen dari total pembiayaan untuk segmen konsumer akan diarahkan oleh perseroan untuk membiayai KPR di tahun ini.

Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurahman mengatakan, dalam beberapa tahun ke depan Indonesia akan dihuni oleh masyarakat kelas menengah. Masyarakat kelas menengah ini akan membutuhkan pembiayaan untuk perumahan.

“Mayoritas besar, usia muda dan produktif. Di 2030 middle class akan mencapai puncak, nomor lima terbesar dunia dalam sisi ekonomi. Mereka tentu akan membutuhkan perumahan. Sesuai kultur Asia tidak akan cukup satu rumah. Kita harus kembali ke kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, pembiayaan untuk KPR tergolong memiliki risiko yang manageable. Bahkan manajemen risiko daripada sektor ini termitigasi dengan baik sehingga dinilia memiliki prospek bisnis yang cukup bagus.

Tahun ini Bank Muamalat menargetkan pertumbuhan sebesar Rp2 triliun untuk sektor consumer banking dari outstanding tahun lalu. Artinya setengah daripada total kredit konsumsi akan dialokasikan kepada sektor KPR.

Sayangnya pembiayaan dari Bank Muamalat sedikit terganggu dengan tingginya rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Finance (NPF). Sampai dengan bulan lalu tercatat NPF Bank Muamalat mencapai 4,5 persen terhitung sejak awal tahun 2017.

“NPF (tahun lalu) 1,4 persen itu nett. Sementara grossnya 3,8 persen. Tahun ini sedikit naik hingga 4,5 persen sampai Maret. Kuartal II semoga bisa turun 3,5 persen, sehingga akhir tahun target kita bisa tiga persen,” pungkasnya.

 

Pembiayaan Proyek BUMN

Bank Muamalat juga menargetkan pembiayaan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setidaknya mencapai lima persen dari total outstanding pembiayaan korporasi. Selama ini pembiayaan perusahaan kepada BUMN kurang dari lima persen dari keseluruhan pembiayaan segmen korporasi.

“Karena risikonya aman. Kita juga ingin mendukung program-program pemerintah. Saat ini pembiayaan ke BUMN belum banyak, portofolionya kita harapkan lima persen,” ujar Direktur Bisnis Korporasi Bank Muamalat, Indra Y. Sugiarto.

Dirinya menambahkan, pembiayaan kepada sektor BUMN membutuhkan banyak biaya. Oleh karena itu Bank Muamalat optimistis jika pembiayaan kepada sektor ini bisa meningkatkan pertumbuhan pembiayaan perseroan untuk tahun ini.

“BUMN yang berkaitan dengan infrastruktur, power plant, dan konstruksi. Walaupun jangka waktu agak panjang, prioritas kita membangun negara makanya masuk ke proyek yang banyak gunanya,” jelas dia.

Selain BUMN, Bank Mumalat juga menargetkan pembiayaan bagi perusahaan blue chip. Sektor ini, kata Indra, dinilai memiliki return on asset (ROA) yang bagus serta akan menambah kecukupan modal perbankan atau Capital Adequacy Ratio (CAR).

Sementara itu, untuk meningkatkan pendanaan Bank Muamalat akan mendekatkan diri dengan organisasi islam yang ada di Indonesia. Bank syariah ini juga akan kerja sama pembiayaan dengan universitas dan rumah sakit islam guna meningkatkan fee based income-nya.

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *