BNI Kucuri Jasa Marga Rp 450 Miliar

by

Bank BNI ikut ambil bagian dalam pendanaan Proyek Jalan Tol Pandaan-Malang dengan total nilai Rp 1,35 triliun. Dalam pembiayaan ini BNI mengambil porsi Rp 450 miliar. Sedangkan sisa kebutuhan ditalangi oleh satu bank lokal dan lembaga keuangan nasional lain.

Dengan pembiayaan ini, bank dan lembaga keuangan nasional turut memberikan kepastian pada berlangsungnya pembebasan lahan untuk kelancaran pembangunan Proyek Jalan Tol Pandaan Malang. Pembangunan jalan tol ini dilaksanakan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

General Manager BUMN dan Institusi Pemerintah BNI Henry Panjaitan menjelaskan, jalan tol Pandaan Malang merupakan perpanjangan dari jalan tol Surabaya – Gempol yang telah beroperasi sejak tahun 1986, yang akan dibangun sepanjang 37.62 km. “Pembiayaan ini ditujukan untuk membantu melancarkan progres pembebasan lahan ruas tol Pandaan Malang,” jelasnya.

BNI terus memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur melalui berbagai kerja sama kredit sindikasi. Hingga akhir September 2016 nilai kredit sindikasi yang disalurkan mencapai Rp 42 triliun atau meningkat 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015.

Sedangkan Jasa Marga merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan, pengelolaan, dan pemeliharaan jalan tol. Sampai dengan 31 Juli 2016, melalui 9 Cabang dan 18 Perusahaan Anak memiliki konsesi untuk 28 ruas jalan tol, dimana 16 ruas diantaranya sepanjang 593 km telah beroperasi. Saat ini, Jasa Marga menguasai 61 persen pangsa pasar industri jalan tol dari segi panjang jalan (km) di Indonesia.

 

Menarik untuk Investasi

Direktur Utama Bank BNI Achmad Baiquni mengatakan Indonesia merupakan negara yang menarik untuk tujuan investasi. Lantaran Indonesia memiliki beberapa kriteria yang tak dimiliki oleh negara lain.

Dia mengatakan, daya tarik Indonesia untuk investasi antara lain ialah jumlah penduduk yang besar. Ditambah pertumbuhan kelas menengah. Achmad mengatakan, negara lain yang memiliki kriteria mirip Indonesia ialah China dan India. “Secara alamiah Indonesia merupakan negara emerging market yang atraktif sebagai negara tujuan investasi. Jumlah populasi yang tinggi 255 juta, dengan bonus demografi, pertumbuhan kelas menengah dan pendapatan per kapita yang meningkat dan kekayaan alam yang melimpah menunjukkan potensi yang luar biasa,” kata dia dalam CEO Forum di JCC Senayan beberapa waktu lalu.

Namun, dia mengatakan Indonesia perlu waspada. Menurut dia, selama ini banyak negara yang sulit maju karena hanya terlena oleh kekayaan alam.   “Karena negara dengan kekayaan melimpah sulit maju akibat terlena dengan eksploitasi sumber daya alam dan lupa mengembangkan sektor berkesinambungan yakni sektor riil,” tutup Baiquni.

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *