Ekonomi Digital Dorong Pertumbuhan dan Inklusi Keuangan Indonesia

by

Di tengah kondisi perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian, perekonomian Indonesia yang berbasis konsumsi masih memiliki daya tahan. Hal ini ditunjukkan dengan positifnya pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan III-2016.

Pertumbuhan konsumsi yang cukup tinggi tersebut antara lain didorong oleh semakin mudahnya aktivitas jual beli melalui berbagai platform, yang semakin memudahkan konsumen untuk memperoleh barang dan jasa. “Salah satunya adalah aktivitas belanja daring atau e-dagang (e-commerce),” jelas Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara.

Aktivitas belanja daring tersebut, lanjutnya, dapat menghubungkan konsumen langsung dengan produsen, termasuk berbagai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari seluruh Indonesia. Namun, berbagai kemudahan yang ditawarkan ekonomi digital tersebut disertai pula dengan berbagai risiko, khususnya di sisi stabilitas sistem keuangan, sistem pembayaran, cyber security, integritas dan keamanan transaksi keuangan, serta perlindungan konsumen.

Dalam konteks tersebut, teknologi keuangan (financial technology) dipandang dapat menjembatani kebutuhan dan menggerakkan kegiatan sektor UMKM serta masyarakat secara luas, sekaligus turut mendorong inklusi keuangan.

“Dalam konteks memitigasi risiko yang dapat mengganggu stabilitas perekonomian secara luas, peran regulator dibutuhkan untuk menyusun kerangka pengaturan sebagai respons dari perkembangan teknologi digital atau financial technology yang sangat pesat,” terangnya.

Oleh karena itu, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta inklusi keuangan membutuhkan sinergi antara otoritas terkait. BI sendiri, lanjutnya, akan terus mengawal level of playing field melalui pengaturan yang berimbang dan proporsional, tanpa menahan laju inovasi.

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *