Sri Mulyani: “Generasi Milenial? Mereka Aset Ekonomi Digital”

by

Teknologi digital saat ini telah membawa perubahan yang sangat dahsyat. Pergeseran pola konvensional menjadi digital lah penyebab utama dari perubahan tersebut. Dalam kegiatan Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED), menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pemerintah saat ini telah lebih siap merespon berbagai perubahan tersebut.

“Berbagai aspek yang berkaitan dengan ekonomi digital tentunya pemerintah sudah siap tanggap menghadapinya,” tegas wanita yang akrab di sapa Ani tersebut.

Generasi milenial, sebut Menkeu, merupakan aset potensial yang berkontribusi besar terhadap tumbuhnya ekonomi digital di masa sekarang dan mendatang. Pemerintah, imbuh Menkeu, tengah berupaya membuat kebijakan mengikuti karakter yang dimiliki oleh generasi muda angkatan masa lampau.
Sri menuturkan, saat ini

“Generasi milenial punya tiga karakter yang sangat khas, yaitu internet, kepercayaan diri dan kreatif. Saya menyimpulkan ketiga karakter ini menjadi aset yang berharga.
Saya ingin meng-create 3C (connectivity, confidence, creativity) ini jadi potensi, bukan disaster, sehingga Indonesia bisa menciptakan suatu aset yang kreatif dan aktivitas ekonomi untuk menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur,” papar wanita kelahiran Bandar Lampung 26 Agustus 1962 tersebut.

Menurutnya pada tahun 2014 terdapat 20 juta orang yang melakukan transaksi digital (online). Saat ini tercatat sebanyak 70 juta orang yang terhubung secara online. Dengan adanya teknologi tersebut, pemerintah melihat adanya perubahan ekonomi yang bergerak sangat cepat.

“Apa yang ada dibenak masyarakat saat ini terkait layanan digital salah satunya adalah Gojek. Kehadiran Gojek benar-benar membuat perubahan wajah transportasi kota sehingga berdampak terhadap mainset anak-anak muda untuk menjadi Nadiem Nadiem baru (Nadiem Makarin, CEO Go-Jek –red),” papar Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Selain Gojek, seperti diketahui transportasi digital seperti Uber dan Grab telah membuat inovasi dan perubahan di kota-kota besar. Namun persaingan pun bukannya tidak terjadi, justru hal tersebut yang menjadi tugas pemerintah selaku regulator.

Tidak hanya gojek, layanan transportasi lainnya seperti Uber dan Grab telah membuat banyak perubahan pada sistem transportasi dan juga menyebabkan persaingan yang dinamis pada industri tersebut. Dalam hal ini, pemerintah harus lebih responsif dalam menyikapi setiap perubahan yang sangat cepat tersebut.

Oleh karena itu, lanjut Sri Mulyani, pihaknya memformulasikan sistem pajak di berbagai bidang konvensional dan digital agar tidak ada kelompok pembayar pajak yang dirugikan karena tidak samanya perlakuan pajak. Namun, Pemerintah akan mengatur bagaimana pemungutan pajak bisa lebih efektif bagi para pelaku usaha kecil yang dihubungkan melalui perusahaan platform.

Ini yang gencar menjadi pembahasan di dunia, yaitu bagaimana sistem pajak dapat menciptakan level playing field yang sama. Perlakuan pajak yang memungkinkan mereka untuk melakukan compliance, pemenuhan pajaknya dengan lebih mudah.

“Kami tengah berupaya untuk bagaimana menciptakan sistem bisnis yang adil antara online dan konvensional,” tutup Sri Mulyani. [] ct

Baca Juga :

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

One thought on “Sri Mulyani: “Generasi Milenial? Mereka Aset Ekonomi Digital”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *