Industri Asuransi Jiwa Terus Tumbuh di atas 10%

by

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meyakini industri asuransi jiwa di Indonesia akan dapat tumbuh lebih tinggi pada tahun 2017. AAJI memprediksi pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional pada tahun depan berkisar 10-30 persen. Proyeksi pertumbuhan pendapatan premi hingga akhir 2016 sekitar 14-15 persen lebih rendah dibandingkan prediksi awal yang mencapai 20 persen.

Dalam kondisi perekonomian nasional bagaimanapun, industri asuransi jiwa optimis tetap dapat tumbuh. Perkembangan industri ini tidak terpengaruh naik turunnya pasar. Tahun depan akan tetap tumbuh. “Kami tidak khawatir terlalu berlebihan dengan kondisi ekonomi, karean tiap tahun sudah terbukti. Kami yakin setidaknya sampai akhir tahun masih akan tetap tumbuh,” ujar Ketua Umum AAJI Hendrisman rahim.

Tahun lalu, total pendapatan asuransi jiwa mencatatkan pertumbuhan hingga 78,1%. Angkanya mencapai sekitar Rp 158,65 triliun. Sedangkan pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 116,06 triliun. Meningkat 15,1% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 100,80 triliun.

Rinciannya, untuk premi baru mencapai Rp 69,42 triliun atau meningkat 20,5% dari tahun lalu yang mencapai Rp 57,60 triliun. Jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 94,29 triliun sampai akhir tahun. Sedangkan pembayaran klaim nilai tebus hingga kuartal ketiga mencapai Rp 39,82 triliun. Meningkat sebesar 38,3% dibanding tahun sebelumnya. Rinciannya, klaim kesehatan meningkat 22,3% menjadi Rp 7,34 triliun dari Rp 6 triliun yang dibayarkan pada 2015. “Sepanjang 10 tahun ini, asuransi jiwa selalu tumbuh rata-rata tumbuh di atas 10%.  Tidak pernah tidak tumbuh. Tahun ini, akan lebih baik dari tahun lalu, termasuk dari sisi investasi. Namun, kita perlu waspada terhadap siklus sepuluh tahunan di bidang investasi,” ujar Hendrisman.

Hendrisman menambahkan bahwa dalam sektor investasi ada siklus yang polanya berulang tiap 10 tahun. Yakni, terjadi goncangan di pasar modal di tingkat global, dan Indonesia bisa terkena imbasnya. Tapi, ia menambahkan bahwa optimisme harus tetap dijaga. Apalagi, pondasi perekonomian negara ini terbilang cukup kuat.

Tercatat Hingga kuartal ketiga tahun ini, jumlah investasi mencapai Rp 386,18 triliun, meningkat 25,7% dari tahun lalu yang mencapai Rp 307,29 triliun. Diperkirakan sampai akhir tahun ini investasi bisa mencapai Rp 404,68 triliun.

Tahun depan, AAJI memprediksi pertumbuhan asuransi jiwa bisa tumbuh di kirasaran 10%-30%. Penetrasi asuransi jiwa individu juga ditargetkan tumbuh dari 2,7% pada tahun ini, menjadi 3% pada tahun 2017. Pendorongnya adalah pertumbuhan ekonomi yang dipicu oleh belanja pemerintah dan masyarakat serta peningkatan investasi di negara ini.

Bila asuransi jiwa optimistis menatap tahun 2017, bagaimana dengan asuransi umum? Tahun ini, di asuransi umum pun pertumbuhannya di atas dua digit. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memperkirakan pertumbuhan premi industri asuransi umum tahun 2016 meningkat di angka 10%-15%.

Pertumbuhan ini didorong oleh membaiknya penjualan di industri otomotif roda empat yang tumbuh tipis pada tahun ini. Sedangkan untuk kendaraan roda dua dan properti yang juga menjadi kontributor terbesar di asuransi umum mengalami penurunan. Meski begitu, dua sektor tersebut tetap memberikan kontribusi bagi pertumbuhan asuransi umum.

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *