Kredit bank bjb Tumbuh di Atas Rata-rata Industri

by
Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan

Sepanjang tahun kinerja 2017, bank bjb berhasil membukukan kinerja kredit sebesar Rp70.7 Triliun atau tumbuh 12% dibandingkan kinerja kredit tahun sebelumnya (year on year / y-o-y). Pertumbuhan yang signifikan tersebut tentunya memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap raihan laba bersih perbankan tersebut, dimana bank bjb berhasil meraih laba bersih sebesar Rp1.6 Triliun atau tumbuh 1,5% apabila dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya.

Baca Juga : Aset Tembus 13 Besar Nasional, bank bjb Bidik Pertumbuhan yang Berkelanjutan

Keberhasilan bank bjb tersebut tentunya tidak lepas dari berbagai strategi bisnis yang diterapkan Ahmad Irfan sebagai Direktur Utama bank bjb. Menurutnya perbankan senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit karena sejak awal bank bjb benar-benar ingin menyalurkan kredit yang berkualitas.

“Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Tren kinerja positif senantiasa kami raih berkat kerja keras seluruh manajemen bank bjb,” ujarnya lalu pada saat kegiatan analyst meeting FY2017 di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta (15/2).

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit tersebut dikontribusikan melalui berbagai segmen kredit, salah satunya yaitu kredit konsumer yang memiliki kontribusi terbesar dengan pertumbuhan sebesar 6,5% (y-o-y).

“Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan kredit konsumer tersebut yaitu terjadinya peningkatan kredit pensiunan yang mengalami kenaikan menjadi Rp10,1 Triliun. Kredit konsumer merupakan captive market bank bjb,” jelas Ahmad Irfan.

Sepanjang tahun 2017, lanjutnya, kinerja saham (BJBR), senantiasa stabil sehingga BJBR masuk dalam perhitungan indeks LQ-45. BJBR memiliki nilai transaksi yang cukup tinggi pada Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga hal ini yang menjadi salah satu tolak ukur dalam perhitungan indeks LQ-45.

Bagaimana dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan / NPL)? Ahmad Irfan menuturkan bahwa kinerja positif sektor kredit tentunya diiukuti pula oleh penurunan NPL menjadi 1,51% atau turun sebesar 18 basis poin jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga : Fokus Garap Infrastruktur, bank bjb Targetkan Kredit Komersial Tumbuh 14% di 2018

Sementara itu bank bjb berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp81 Triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 11,2% (y-o-y). Fee Based Income, tambah Ahmad Irfan, juga tumbuh 24,5%.

Secara keseluruhan, kinerja gemilang bank bjb sepanjang tahun 2017 tersebut tentunya berdampak positif pula terhadap kinerja aset. Dimana total aset perbankan mengalami pertumbuhan 13,1% (y-oy) atau total aset menjadi Rp108,4 Triliun.

“Ini adalah bukti bahwa bank bjb senantiasa terus tumbuh dan berkembang mengejar visi menjadi 10 bank terbesar di Indonesia. Saat ini kami berada pada peringkat 13 bank terbesar di tanah air,” pungkas Ahmad Irfan. []

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

4 thoughts on “Kredit bank bjb Tumbuh di Atas Rata-rata Industri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *