Kucurkan Kredit Rp6 triliun Untuk Sektor Perkebunan

by

Dalam rangka mendukung sektor pertanian dan perkebunan, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI)  mengucurkan kredit sejumlah Rp6 Triliun untuk PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS. Perjanjian kerja sama kredit ini menjadi salah satu penopang rencana SSMS untuk mengembangkan usaha perkebunannya pada 2017.

Direktur Keuangan dan Risiko Kredit BNI Rico Rizal Budidarmo mengatakan bahwa kerja sama tersebut dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan. Bidang-bidang kerja samanya, sebut Rico, antara lain penyimpanan dan pengelolaan dana dalam bentuk produk-produk perbankan yang disiapkan BNI, penggunaan fasilitas Integrated Cash Management antara lain BNI Direct hingga BNI e-tax, serta layanan corporate card dan individual card.

Menurut Rico, perkebunan kelapa sawit merupakan subsektor pertanian yang prospektif. Apalagi Indonesia dan Malaysia berkontribusi 86 persen dari pasokan seluruh minyak sawit dunia. Permintaan terhadap minyak sawit juga berpotensi terus meningkat karena minyak sawit mentah (CPO) digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Mandatory konversi minyak fosil ke minyak nabati di Amerika Serikat, Afrika dan Indonesia akan meningkatkan permintaan CPO.  “Kelapa sawit juga paling efisien dan produktif dibanding minyak nabati lainnya,” ujar Rico.

Sementara itu, Direktur Utama  Vallauthan Subraminam mengatakan, perseroan ingin terus menambah luas lahan perkebunan sawit dari seluruh areal lahan yang saat ini mencapai hampir 100 ribu hektar (ha).  “Kami akan terus mencari peluang untuk meningkatkan dan mengembangkan area cadangan lahan dan area tertanam,” ujar Vallauthan.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa sebagian besar tanaman kelapa sawit yang dimiliki perseroan sudah akan memasuki tahun puncak produksi. “Kami selalu optimis bahwa profil tanaman yang kami miliki akan mendukung peningkatan produksi TBS untuk beberapa tahun ke depan,” ungkap Vallauthan.

Perseroan, imbuh Vallauthan, juga berharap sudah bisa mulai membangun dua lagi pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Tengah pada 2017.‎ Selain itu, perseroan juga akan terus melanjutkan rencana-rencana penanaman baru di atas lahan yang telah dimiliki.

Bahkan, pada tahun ini, jelas Vallauthan, SSMS ini telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 350 miliar yang akan digunakan untuk mewujudkan rencana penanaman baru tersebut. Selain untuk mendanai penanaman baru, capex sebesar itu juga akan dimanfaatkan untuk membiayai kebutuhan dana mengembangkan infrastruktur pabrik kelapa sawit (PKS).

Vallauthan menjelaskan, pihaknya sudah memantapkan rencana pengembangan lahan kebun seluas 13 ribu ha hingga 15 ribu ha dalam tiga tahun ke depan. “Biayanya sekitar US$ 6.000 per hektar. Merupakan cost of maturity,” tutup Vallauthan.

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *