Laporkan Laba Bersih Konsolidasi CIMB Niaga Tembus Rp2.2 Triliun

by

PT Bank CIMB Niaga Tbk berhasil perolehan laba bersih konsolidasi (tidak diaudit) sebesar Rp2,2 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2017, atau periode yang berakhir pada 30 September 2017 (“9M17”), naik sebesar 69,1% year-on-year (“Y-o-Y”), menghasilkan earnings per share sebesar Rp87,42.

Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (“NII”) yang meningkat 5,4% Y-o-Y menjadi Rp9,4 triliun serta penurunan pada biaya pencadangan sebesar 16,4% Y-o-Y.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan bahwa di tengah kegiatan perekonomian yang relatif melambat, namun kinerja perbankan terus mengalami kemajuan. Pendapatan operasional naik 5,1% Y-o-Ysementara biaya dapat ditekan dengan peningkatan hanya 0,8% Y-o-Y, lebih kecil dibanding laju inflasi 3,7%. Biaya pencadangan mengalami penurunan 16,4% Y-o-Y yang mengakibatkan biaya kredit turun sebesar 2,34% dari 2,77% pada periode yang sama tahun lalu, sehingga laba bersih naik 69,1% Y-o-Y menjadi Rp2,2 triliun.

“Mengingat perekonomian dewasa ini yang masih menantang, kami terus mengedepankan prinsip kehati-hatian terkait pertumbuhan kredit, dan memperhatikan kualitas aset sebagai prioritas utama,” jelasnya.

Dengan total aset mencapai Rp252,13 triliun per 30 September 2017, naik sebesar 6,3% Y-o-Y, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Jumlah kredit bruto yang disalurkan tumbuh 2,7% Y-o-Y mencapai Rp178,80 triliun per 30 September 2017. Dari total penyaluran kredit tersebut, kredit konsumer tercatat sebesar Rp49,60 triliun (28%), dan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (“UMKM”) mencapai Rp34,68 triliun (19%). Wholesale banking menyumbang proporsi terbesar dari kredit yang disalurkan, dengan kredit korporasi sebesar Rp63,81 triliun (36%), dan kredit komersial sebesar Rp30,71 triliun (17%).

“Strategi yang kami ambil, yakni fokus pada kredit pemilikan rumah maupun sektor UKM terus menampakkan hasil, dengan angka pertumbuhan masing-masing 12,1% dan 14,5% Y-o-Y,” Tigor menambahkan.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (“DPK”) tercatat sebesar Rp187,25 triliun per 30 September 2017, didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 6,2% Y-o-Y, menghasilkan kenaikan rasio CASA CIMB Niaga sebesar 70 basis point (“bps”) Y-o-Y menjadi 53,28%.

CIMB Niaga senantiasa berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada para nasabahnya dengan meresmikan fasilitas Phone Banking terbaru yaituCIMB Niaga 14041 di Yogyakarta, yang bisa memberikan beragam pelayanan berbasis digital mulai dari yang basic yaitu telepon dan email, hinggasocial media dan video banking. Fasilitas terbaru ini melengkapi fasilitas serupa yang telah diresmikan pada awal tahun ini di Jakarta. “Beroperasinya CIMB Niaga 14041 di dua lokasi berbeda secara simultan, merupakan bagian dari Business Continuity Plan kami secara prudent,” ujar Tigor.

Di segmen perbankan syariah, total pembiayaan Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (“CIMB  Niaga Syariah”) mencapai Rp14,84 triliun (+82,5% Y-o-Y) dengan DPK sebesar Rp16,84 triliun (+81,3% Y-o-Y) per 30 September 2017.

Per 30 September 2017, 95% dari total transaksi nasabah telah dilakukan melalui layanan digital banking seperti CIMB Clicks, Go Mobile, ATM, dan Rekening Ponsel. Hal ini sejalan dengan meningkatnya jumlah nasabah yang memanfaatkan produk dan layanan digital secara umum: (a) Jumlah pengguna CIMB Clicks tumbuh 22% Y-o-Y mencapai 1,4 juta pengguna, (b) Pengguna Go Mobile naik 34% Y-o-Y menjadi 1,7 juta pengguna, dan (c) Jumlah pengguna Rekening Ponsel meningkat 49% Y-o-Y menjadi 2,8 juta pengguna per 30 September 2017.

Capital Adequacy Ratio (“CAR”) CIMB Niaga tercatat sebesar 18,96% per 30 September 2017, meningkat 82 bps Y-o-Y. CIMB Niaga menjadi bank pertama yang naik kelas ke Bank Umum Kegiatan Usaha (“BUKU”) 4, yang merupakan kategori bank tertinggi dari sisi modal inti (Tier-1) berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

Perseroan terus memegang teguh dan melaksanakan prinsip-prinsip good corporate governance (“GCG”) dalam setiap aktivitas perusahaan. “Kami kembali meraih penghargaan Annual Report Award 2016 untuk kategori Private Keuangan – Listed. Hal ini menjadi pengakuan dari pihak eksternal atas keberhasilan penerapan GCG di CIMB Niaga. Kami juga berhasil mengangkat brand promise “Forward” dengan mencatat 2,6 juta views di platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Youtube,” pungkas Tigor. []

 

 

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *