OJK Dorong Perluasan Basis Konsumen Keuangan Syariah

by

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah tantangan untuk mengembangkan keuangan syariah di Indonesia. Padahal jika melihat potensi yang ada dengan mayoritas penduduk muslim maka seharusnya Indonesia bisa menjadi salah satu pemain besar dalam keuangan syariah.

Senior Advisor OJK Edy Setiadi mengatakan sistem keuangan syariah Indonesia telah menjadi salah satu sistem keuangan syariah terlengkap yang diakui secara internasional. Namun banyaknya lembaga keuangan syariah tidak sejalan dengan penetrasi keuangan syariah yang baru 8,09 persen dari total seluruh industri jasa keuangan.

“Ini ibarat kondisi jalan raya di Jakarta, transportasi umum, kendaraan atau bis yang tersedia sudah banyak dan mencukupi namun yang mau naik masih belum banyak. Akhirnya bis saling berebut penumpang yang jumlahnya masih terbatas,” ujarnya.

Akibatnya penumpang yang kualitasnya kurang baik juga ada yang terangkut sehingga membuat lembaga keuangan syariah menjadi rentan terhadap external shocks. Untuk memperbaiki kondisi ini, jumlah penumpang yang berkualitas harus ditambah dengan memperbesar customer base dari lembaga keuangan syariah agar menciptakan permintaan yang lebih besar lagi.

Hal tersebut perlu menjadi perhatian seluruh pelaku sektor jasa keuangan syariah mengingat adanya peningkatan jumlah penduduk middle class income Indonesia, yang terutama didominasi penduduk Muslim.

“Hal ini dipercaya akan menciptakan permintaan potensial terhadap produk dan jasa keuangan syariah pada sektor halal, terlebih lagi jaminan produk halal merupakan tanggung jawab pemerintah,” jelas dia.

Dirinya menambahkan, kondisi tersebut sesuai dengan pasal 5 ayat (1) UU Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Selain itu, OJK menilai perlunya terobosan dan inovasi baru dalam menjaring minat masyarakat untuk mengakses industri jasa keuangan syariah secara lebih luas.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membangun model bisnis yang mengolaborasikan potensi sektor keuangan, sektor riil, dan sektor relijius/sosial secara timbal balik yang saling mendukung. Membangun sinergi menjadi penting untuk keuangan dan ekonomi syariah dapat tumbuh secara bersama-sama dan lebih cepat lagi,” pungkasnya. []

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

One thought on “OJK Dorong Perluasan Basis Konsumen Keuangan Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *