OJK: Triwulan I-2017, Kredit Bank Tumbuh 9,2%

by

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sampai kuartal pertama 2017, realisasi pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9,2% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 4.368 triliun.

Muliaman Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK mengatakan, pada kuatal 2 2017 diharapkan pertumbuhan kredit perbankan akan lebih tinggi. “Pada tengah tahun diproyeksi kredit sudah mulai menggeliat,” ujar Muliaman.

Awal tahun ini, berdasarkan data BI, beberapa sektor kredit yang tumbuh doubledigit diantaranya kredit modal kerja, keuangan, perdagangan, UKM dan properti. Seiring dengan penyaluran kredit ini, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perbankan pada kuartal I 2017 sebesar 3,04%, atau naik 21,34 bps dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dengan pertumbuhan kredit yang lebih bagus pada kuartal II 2017 diharapkan NPL bisa turun. Sampai akhir tahun ini, diharapkan NPL perbankan bisa turun terutama karena langkah restrukturisasi kredit.

Turun Signifikan

Hasil survei Bank Indonesia (BI) tentang permintaan kredit baru untuk triwulan I-2017 menunjukkan penurunan signifikan. Hal itu terlihat pada indikator Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang menyebutkan permintaan kredit Januari-Maret 2017 sebesar 52,9 persen atau turun drastis dari triwulan IV-2016 sebesar 85,6 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, dalam keterangannya pekan lalu, menyebutkan permintaan pembiayaan dunia usaha dan rumah tangga yang rendah menjadi faktor utama perlambatan pertumbuhan kredit baru selama triwulan I-2017. Survei juga menunjukkan pelambatan permintaan kredit di semua sektor penggunaan.

Indikasi itu terlihat dari SBT Kredit Modal Kerja (KMK) turun menjadi 51,9 persen dari 84,2 persen, SBT Kredit Investasi (KI) turun menjadi 65,9 persen dari 69 persen dan kredit konsumsi turun menjadi 40,5 persen. “Meski demikian, responden meyakini pertumbuhan permintaan kredit akan meningkat pada triwulan II, dengan SBT yang melonjak ke level 98,5 persen,” kata Tirta.

Optimisme penyaluran kredit didorong perkiraan perbaikan kondisi ekonomi, penurunan risiko penyaluran kredit, dan rencana penurunan suku bunga kredit bank. Sejalan peningkatan pertumbuhan kredit baru pada triwulan II-2017, Tirta mengatakan Survei Perbankan juga mengindikasikan pertumbuhan kredit keseluruhan pada 2017 diperkirakan sebesar 13,2 persen (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan 13,1 persen (yoy) pada hasil survei triwulan IV-2016. Survei itu dilakukan terhadap 41 bank umum berkantor pusat di Jakarta dengan pangsa kredit 80 persen terhadap industri nasional.

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *