Perbankan Berebut Salurkan Kredit Infrastruktur

by

Beberapa bank besar memproyeksi penyaluran kredit infrastruktur di semester 2 2017 bisa lebih dari puluhan triliun. Hal ini didasarkan pada perkiraan pertumbuhan kredit disektor ini yang mencapai dua digit.

Alexandra Askandar, SEVP Corporate Banking Bank Mandiri bilang beberapa proyek yang akan didanai semester 2 diantaranya adalah pembangkit listrik dan jalan tol. “Target limit kredit infrastruktur sampai akhir tahun masih cukup besar,” ujar Sandra.

Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI memproyeksi tambahan ekspansi kredit infrastruktur semster 2 mencapai Rp 20 triliun. “Utamanya di proyek jalan tol, kontruksi, listrik, transportasi, telekomunikasi minyak dan gas bumi,” tutur Herry.

Kedepannya menurut Herry akan lebih banyak kredit disalurkan ke listrik dan komunikasi dibandingkan jalan tol. Hal ini karena untuk jalan tol, BNI hanya tinggal melakukan penyaluran (disbursment) sesuai progres penyelesaian proyek.

Mohammad Irfan, Direktur Korporasi BRI sampai akhir 2017 diperkirakan kredit infrastruktur bisa tumbuh 14,11% secara tahunan atau year on year (yoy).

“Sampai akhir 2017 kredit infrastruktur diperkirakan mencapai Rp 51,4 triliun,” tutur Irfan.

Beberapa proyek yang akan didanai Bank BRI semester 2 diantaranya adalah transmisi listrik Sumatera tahap 2, belanja modal PLN dan Indonesia Power. Selain itu ada juga beberapa ruas tol yang didanai seperti trans Sumatera, Kunciran Cengkareng dan Jakarta Cikampek Elevated.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA memperkirakan jumlah penyaluran kredit infrastruktur sampai akhir 2017 mencapai Rp 32 triliun. “Kredit infrastruktur BCA didefinisikan di luar telekomunikasi,” kata Jahja kepada KONTAN, Minggu (3/9).

Selain LRT, BCA berpartisipasi di beberapa proyek tol diantaranya trans Sumatera, Pandaan-Malang, Semarang-Batang, Cikampek Elevated, Manado-Bitung, dan Kelapa Gading-Pulo Gebang. Selain itu BCA juga tertarik pada beberapa proyek listrik diantaranya transmisi dan belanja modal PLN.

Darwin Wibowo, Direktur Wholesale Banking Bank Permata mengaku dalam waktu dekat akan memberikan komitmen fasilitas ke perusahaan kontraktor sebesar Rp 500 miliar.”Untuk kredit infrastruktur lain masih dalam proses,” pungkas Darwin.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai Juni 2017, kredit konstruksi di industri perbankan mencapai Rp 234,1 trliun atau tumbuh 21,54% secara yoy. Pertumbuhan kredit konstruksi Juli 2017 ini lebih tinggi dibandingkan periode sama 2016 sebesar 18% yoy. []

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *