PP Properti Lakukan Ground Breaking Tujuh Proyek Strategisnya

by

PT Pembangunan Perumahan Properti Tbk / PP Properti (PPRO) akhirnya melakukan ground breaking sebagai sinyal dimulainya pembangunan ke tujuh proyek strategisnya yang meliputi proyek Bekasi dan Sumedang (Jawa Barat), Malang dan Surabaya (Jawa Timur), serta Lombok (Nusa Tenggara Barat). Ground breaking tersebut dilakukan PPRO bersamaan dengan 4 tahun berdirinya PP yaitu pada 12 Desember .

Menurut Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat hal tersebut menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam menjaga trust terhadap konsumen. Aksi perseroan tersebut, juga diharapkan akan mampu mendongkrak kinerja perusahaan.

“Momentum yang baik bersamaan dengan HUT PPRO yang ke 4. Saya berharap dengan ground breaking ini kinerja PPRO akan tumbuh gemilang,” ujarnya.

Lebih lanjut Taufik mengatakan bahwa Ketujuh proyek tersebut yaitu dua menara di superblok Grand Kamala Lagoon (GKL), Bekasi. Yakni, tower Victoria yang telah terjual 70 persen dari total 1.137 unit dan tower Isabella yang berkonsep rusunami yang seluruhnya 600 unit sudah habis.

Baca Juga : Bank Mandiri Bidik Penyaluran Kredit Proyek LRT

Selain itu, lanjutnya, proyek The Louvin Jatinangor (1,2 ha) di kawasan kampus pereguruan tinggi Jatonangor, Kabupaten Sumedang, akan dibangun diatas lahan seluas 1,2 Ha. Menara pertamanya sebanyak 706 unit direncanakan rampung tahun 2020 dengan target pasar mahasiswa.

“Apartemen tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas seperti cycling track dan tentunya memiliki konsep hunian bebas narkoba,” imbuhnya.

Baca Juga : 2018, Anggaran Infrastruktur Melesat Rp 410.4 Triliun

Proyek selanjutnya yaitu apartemen Begawan di kota Malang yang juga membidig segmen mahasiswa. Taufik menjelaskan bahwa proyek tersebut mirip dengan The Alton apartment di Semarang, Jawa Tengah, Begawan mengusung konsep premium student apartment.

Tower pertama 948 unit diklaim sudah terjual sekitar 90 persen. Fasilitasnya antara lain kolam renang wanita dan umum, lapangan futsal, gym dan roof top yoga space serta e-library. Pembangunan apartemen yang berasitektur dinamis ini diperkirakan selesai tahun 2019.

Berikutnya yaitu Apartemen Grand Shamaya (1,6 ha/5 menara) di kawasan pusat bisnis Surabaya di Embong Sawo. Membidik kalangan atas, Grand Shamaya digadang-gadang menjadi private residential premium berkonsep luxury resort pertama di Surabaya.

“Yang akan kami mulai pembangunannya yaitu tower Aubrey sebanyak 409 unit yang disebut sudah terpesan di atas 70 persen dengan target selesai tahun 2021. Disusul Palm Park Hotel Surabaya (bintang tiga) dan Prime Park Hotel & Convention di Lombok (bintang empat),” ujarnya.

Pembangunan dua hotel tersebut, imbuh Taufik, untuk menambah porsi recurring income (pendapatan berulang) perseroan di masa mendatang, menyusul kesuksesan hotel-hotel PPRO sebelumnya di Jakarta dan Bandung. [] ct

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia