RUPS Bank BPD DIY, Naikkan Modal Dasar Menjadi Rp4 triliun

by

PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Bank BPD DIY) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Royal Ambarrukmo Hotel pada Jum’at (21/04).

RUPST Bank BPD DIY dihadiri oleh seluruh pemegang saham yang terdiri dari Pemerintah Daerah DIY diwakili oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Pemerintah Kabupaten Sleman diwakili oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, Pemerintah Kabupaten Bantul diwakili oleh Bupati Bantul, Suharsono; Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diwakili oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah; Pemerintah Kota Yogyakarta diwakili oleh Pj. Walikota Yogyakarta, Sulistyo dan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo yang diwakili oleh Pj. Bupati Kulonprogo, Budi Antono.

Dalam laporannya, Direktur Utama Bank BPD DIY, Bambang Setiawan menyampaikan bahwa kinerja Bank BPD DIY selama tahun 2016 yang dilihat dari beberapa indikator menunjukan hasil yang baik.

“Total aset Bank BPD DIY mencapai Rp9,74 triliun, jumlah tersebut naik 12,08% dibandingakan pada tahun 2015 sebesar Rp8,69 triliun. Pertumbuhan aset ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan perbankan di DIY yang sebesar 11,26%. Sementara Dana Puhak Ketiga (DPK) tumbuh 7,88% dengan nilai Rp7,38T dan penyaluran Kredit sebesar Rp5,99T tumbuh 7,09%” papar Bambang.

Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2016 Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp286,27 miliar dimana jumlah tersebut meningkat sebesar 13,74% dibandingkan tahun 2015. RUPS secara bulat menerima laporan pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi untuk pengelolaan perseroan pada tahun buku 2016 dan memberikan pembebasan tanggungjawab atau acquit et decharge. Selain itu, RUPS juga menetapkan penggunaan laba bersih setelah pajak untuk deviden dan cadangan umum sebesar Rp211,78 miliar.

Dalam kesempatan tersebut RUPS Bank BPD DIY juga menetapkan perubahan modal dasar perseroan dari Rp1 triliun menjadi Rp4 triliun dengan tujuan untuk meningkatkan ketahanan kelembagaan, meningkatkan daya saing dan memperluas ruang gerak bank dalam melakukan ekspansi bisnsis yang pada akhirnya juga akan meningkatkan kontribusi bank kepada peningkatan ekonomi daerah dan PAD dalam bentuk deviden. Modal dasar perseroan yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp1 triliun seluruhnya telah terpenuhi pada tahun 2016 yang lalu.

“Sehubungan dengan perubahan modal dasar tersebut maka selanjutnya dilaksanakan RUPS-LB untuk mengubah Anggaran Dasar Perseroan mengenai permodalan yaitu mengubah modal dasar dari satu triliun menjadi empat triliun” jelas Bambang.

Selain itu, lebih lanjut Bambang menjelaskan bahwa dengan peningkatan modal dasar akan melancarkan rencana Bank BPD DIY untuk melakukan spin off unit usaha syariah (UUS) menjadi Bank BPD DIY Syariah pada tahun 2022. Pasalnya untuk melakukan spin off, Bank BPD DIY Syariah harus memiliki modal minimal Rp500 miliar dan modal Bank induknya minimal adalah lima kalinya.

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *