Ini Tantangan dalam Penerimaan Negara Tahun 2018

by

Dari sisi penerimaan negara, pemerintah pada 2018 menargetkan penerimaan pajak sebesar sekitar Rp1.609,4 triliun. Berbagai tantangan pun siap dihadapi oleh Kementerian Keuangan!

Belum lama ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan mengenai tantangan dari sisi penerimaan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta. Menurutnya pemerintah mematok penerimaan Negara sebesar Rp1.609,4 triliun. Dengan tax ratio 11,5% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dari sektor pajak dan Rp267,9 triliun, dari PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dengan total pendapatan negara sebesar Rp1.878,4 triliun.

Beberapa risiko yang teridentifikasi, jelas Sri Mulyani, antara lain adalah pertumbuhan global apakah tetap kuat, proteksionisme perdagangan, re-balancing ekonomi Tiongkok, penguatan dolar Amerika Serikat yang akan menggerus nilai mata uang negara lain serta harga komoditas yang masih cenderung stagnan mengancam penerimaan negara.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa, untuk melakukan perbaikan penerimaan pajak, Pemerintah akan melakukan beberapa upaya. Upaya tersebut antara lain meningkatkan basis pajak dan mencegah praktik penghindaran pajak dan erosi perpajakan (Base Erosion Profit Shifting) melalui Automatic Exchange of Information (AEoI). Selain itu, data dan sistem informasi perpajakan dan kepatuhan Wajib Pajak (WP) juga akan ditingkatkan.

Namun, Pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga perbaikan iklim investasi dan dunia usaha. Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak akan meningkat.

Dalam paparan tersebut, Sri Mulyani berharap agar APBN dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi serta makin sehat. “APBN dipakai sebagai instrumen menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar pertumbuhan lebih baik, lebih tinggi tapi lebih berkualitas dan lebih berkeadilan dengan fokus pada bagaimana menggunakan belanja terutama kepada masyarakat kelompok bawah. Makin efektif dalam bentuk pelayanan makin baik dan kepercayaan masyarakat terhadap hadirnya negara makin diperbaiki. Penerimaan akan digunakan untuk terus membiayai belanja dan tentu kita berharap RAPBN akan makin sehat dan ekonomi makin kuat,” pungkasnya. []

 

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *