Tax Amnesty Dorong Pertumbuhan Properti 20 persen di 2017

by

Sektor properti di Tanah Air diprediksi akan kembali tumbuh pesat pada semester II 2017. Hal ini seiring adanya berbagai stimulus bagi perekonomian Indonesia.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, pada tahun depan sektor properti diperkirakan tumbuh sekitar 20 persen. Hal ini seiring dengan suksesnya program pengampunan pajak (tax amnesty) dan selesainya sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. “Pendorong pertumbuhan properti itu yaitu infrastruktur, dibangun tol, di‎bangun waduk, dibangun jalan, dan lainnya, tentu mendorong daya beli masyarakat,” ujar Ali.

Dia mengungkapkan, sebenarnya pada semester II tahun ini, sektor properti mampu mengalami pertumbuhan yang signifikan. Namun sayangnya pertumbuhan tersebut tersendat lantaran kondisi politik dan keamanan di dalam negeri yang bergejolak karena adanya pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan aksi demo. “Semester I 2017 itu orang akan menunggu dan melihat keadaan dulu, karena ada Pilkada. Jadi saya melihat semester kedua tahun depan properti bertumbuh pesat,” kata dia.

Dia tetap yakin pertumbuhan sektor properti pada tahun depan akan lebih baik. Hal ini seiring dengan masuknya dana repatriasi dari program tax amnesty, di mana para pemilik dana tersebut akan melirik sektor properti sebagai sarana investasi. “‎Sudah masuk sebagian dana tax amnesty tapi kok belum terasa? Tapi saya perkirakan Rp 70-an triliun masuk ke properti dari dana repatriasi,” tandas dia.

Geliat perkembangan ekonomi nasional mampu memberikan angin segar bagi industri properti di Tanah Air. Sementara itu CEO PT Leads Property Services Indonesia Hendra Hartono memprediksi, sektor properti Indonesia mampu tumbuh 5 hingga 10 persen pada tahun 2017. “Pertumbuhan 5 sampai 10 persen bisa terjadi tahun depan. Akan sangat baik apabila kita berkaca pada sentimen positif di bidang ekonomi,” tuturnya.
Hendra menilai, pertumbuhan ini diakibatkan adanya kebijakan pemerintah yang mampu mendorong sektor properti. Salah satu kebijakan yang memberikan dampak positif adalah program pengampunan pajak atau tax amnesty. Ia menilai bahwa program ini dapat memberikan meningkatkan investasi dan penguatan ekonomi. “Tax amnesty menjadi kunci sukses agar industri properti bisa membaik” tutur dia.

Selain tax amnesty, kebijakan pemerintah lain yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi sektor properti adalah penurunan angka inflasi, perbaikan pasar modal hingga peningkatan peminjaman. “Percepatan penyelesaian program infrastruktur pemerintah juga jadi kunci indikator tersendiri. Stabilisasi terhadap rupiah juga bisa membuat sentimen positif,” ungkap dia.

Sebelumnya pada 16 Agustus 2016, Assistant Vice President PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) Agung Wirajaya ‎mengatakan bahwa industri properti bakal mendapat untung dari penerapan tax amnesty. Lantaran properti menjadi bagian dari pintu masuk atau gateway dari dana repatriasi tax amnesty.

About Author: WartaBank

Gravatar Image
Media Sinergitas Perbankan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *