Dirut bank bjb: “Fintech dan Perbankan Bisa Bersinergi!”

oleh

Tidak mengherankan bahwa saat ini perkembangan teknologi digital memberikan dampak yang luar biasa terhadap seluruh aspek bisnis. Sebut saja financial technology atau yang akrab disebut Fintech saat ini menjadi potensi bisnis yang luar biasa. Dimana bisnis jasa keuangan tersebut mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Transaksi Fintech dalam dua tahun terakhir berhasil memiliki transaksi sebesar Rp3 triliun, dan pada tahun 2020 bisnis ini diproyeksikan mampu memiliki nilai transaksi yang mencapai Rp7 Triliun.

Baca Juga : Permudah Transaksi Perbankan Anda dengan bjb Digi

Kehadiran industri Fintech dengan segala kemutakhiran teknologinya pun saat ini bisa dikatakan menjadi tantangan bagi sektor perbankan. Meskipun masih banyak sisi keunggulan-keunggulan dari perbankan yang belum dimiliki industri Fintech. Sebut saja salah satunya yaitu pemindahan dana dari satu rekening ke rekening lain.

Menurut data yang diperoleh Asosiasi Financial Technology, industri Fintech tidak akan mampu berdiri sendiri tanpa adanya dukungan dari sektor perbankan. Hal ini terbukti dari 63,9% pelaku usaha di sektor fintech memiliki koneksi dengan perbankan melalui application program interface.

Keunggulan lainnya dari sektor perbankan yaitu persoalan trust! Dimana bank memiliki data, navigasi peraturan, basis klien, perizinan, penanganan manajemen risiko serta reputasi yang tidak dimiliki olah fintech.

Namun demikian, fintech memiliki keunggulan pada sisi efektivitas dan efisiensi karena kehadiran fintech sangat terjangkau dalam genggaman masyarakat yaitu perangkat mobile phone.

Terkait perkembangan Fintech saat ini, Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan menyebut kehadiran start up digital semestinya bisa berkolaborasi dengan perbankan dalam menghadirkan kualitas layanan jasa keuangan di masyarakat.

Baca Juga : Aher: “bank bjb Dorong Perekonomian Jabar”

Kehadiran fintech, lanjut Ahmad Irfan, bukanlah sebagai pesaing bahkan musuh perbankan, karena fintech dan perbankan bisa menciptakan sinergi yang apik dalam memberikan pelayanan jasa keuangan kepada masyarakat lebih luas

“Kuncinya yaitu perbankan harus segera merespon tekonologi terbaru yang saat ini digunakan oleh seluruh pelaku industri fintech agar tidak tertinggal. Kita harus cepat beradaptasi dengan teknologi fintech tersebut, karena fintech bukan sebagai musuh bagi perbankan,” terang Ahmad Irfan.

Kolaborasi kedua sektor tersebut, imbuh Ahmad Irfan, sangat dibutuhkan mengingat keduanya memiliki kelemahan yang bisa saling dilengkapi masing-masing. Sektor fintech tidak mempunyai lisensi dalam hal pemindahan dana dari satu rekening ke rekening yang lainnya, karena hanya perbankan yang mampu melakukan hal tersebut.

Tentang Penulis: wartabank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *