in , , , ,

Akuisisi Bank Besar, Akankah Berpengaruh pada Perekonomian Indonesia?

Akuisisi

Akuisisi berarti pembelian satu perusahaan oleh perusahaan atau kelompok investor lain yang lebih besar. Biasanya akuisisi dilakukan oleh perusahaan yang lebih besar untuk meningkatkan daya saing. Sementara bagi perusahaan yang diakuisisi artinya penyelamatan perusahaan yang kinerjanya sedang menurun. Begitu pula dengan akusisi bank besar di Indonesia yang sudah santer dibicarakan sejak awal tahun 2019.

Ada tiga bank dengan aset besar yang termasuk dalam Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV yang dikabarkan sedang konsolidasi dengan beberapa bank BUKU I dengan mediasi lembaga OJK. Tidak hanya untuk meningkatkan daya saing, akuisisi bank besar bertujuan untuk memenangkan persaingan perebutan dana.

RENCANA AKUISISI

Bank besar pertama yang dikabarkan sedang melakukan konsolidasi adalah Bank Mandiri.

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Kartika Wirjoatmojo membenarkan kabar tentang rencana akusisi bank menengah. Namun, Tiko, panggilan Dirut tersebut tidak membenarkan sepenuhnya kabar bahwa bank yang dibeli adalah PT Bank Permata Tbk. PT Bank Permata Tbk belakangan dikabarkan akan dibeli oleh bank besar setelah Standard Chartered sebagai pemegang saham utama melepas sahamnya sebesar 44,56 persen.

Baca Juga: Kebijakan Moneter Dipekirakan Tetap Dipertahankan BI

Tiko menegaskan bahwa bank yang dipimpinnya dan mempunyai aset lebih dari Rp30 triliun ini masih menjajaki segala kemungkinan. Mereka masih melihat harga, sinergi bisnis, dan adding value bagi pemegang saham dari beberapa bank yang akan dibeli.

Berbeda dengan Bank Mandiri, meski belum menjelaskan bank mana yang akan dibeli, PT Bank Central Asia Tbk sudah memasuki tahap akhir konsolidasi dengan lembaga OJK, demikian diutarakan oleh Kepala Eksekutif Perbankan OJK, Heru Kristian.

Direktur Utama PT BCA, Jahja Setaitmadja akuisisi bank yang dilakukan oleh pihak BCA memiliki syarat tertentu. Bank yang dibeli berada di BUKU I, bukan perusahaan terbuka, dan mempunyai aset kurang dari Rp1 triliun.

Bank besar ketiga yang dikabarkan akan membeli bank lain adalah PT Bank Negara Indonesia. Namun, menurut Wakil Direktur bank yang menggunakan angka 46 di belakang namanya ini, Herry Sidharta, pembelian akan dilakukan oleh BNI Syariah.

Akuisis bank besar BNI dilakukan dengan alasan untuk penguatan modal anak usaha dan pengembangan perbankan digital.

Baca Juga: Bank Mandiri Caplok Bank Permata?

Pembelian satu perusahaan oleh perusahaan lain bukanlah hal yang mudah, apalagi menyangkut perusahaan seperti bank. Pembelian harus menyiapkan kelengkapan dokumen, memperhatikan kantor cabang yang ada, izin usaha perbankan, dan nasabah.

Apa dampak akuisisi bank besar pada perekonomian Indonesia secara keseluruhan? Hal ini belum dapat dijawab karena kepastian pembelian belum dilakukan. []

Berita Bank

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kebijakan moneter

Kebijakan Moneter Diproyeksikan Tetap Dipertahankan BI

kenaikan gaji PNS

Kenaikan Gaji PNS, Angin Segar di Tengah Ketidakpastian Ekonomi