Anak Usaha BCA dan BNI Akan Mendapat Suntikan Modal

oleh
Anak usaha

Anak usaha dari bank besar akan mendapat suntikan modal di tahun 2019 dari perusahaan induknya. Hal ini terkait dengan perbaikan bisnis dan ekspansi di berbagai lini.

Selain itu, beberapa penambahan modal juga dikarenakan anak usaha mengalami penurunan laba dan meningkatkan modal inti.

Suntikan Modal untuk Anak Usaha BCA dan BNI

Salah satu anak usaha yang mendapat suntikan modal perusahaan induk adalah BCA Syariah. Penambahan modal usaha yang disuntikkan pada BCA Syariah dikemukakan oleh Direktur Keuangan BCA, Vera Eva Lim. Rencananya penyuntikan modal diberikan untuk BCA Syariah pada kuartal II atau kuartal III 2019, sekitar bulan Juni setelah menyelesaikan proses akuisisi Bank Royal Indonesia.

Direktur Utama BCA Syariah, John Kosasih membenarkan rencana suntikan modal dari perusahaan induk. John menyatakan bahwa penambahan modal diberikan untuk memperkuat bisnis, memperkuat jaringan BCA Syariah di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, ekspansi pembiayaan, dan ekspansi strategis lain.

Diketahui bahwa rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BCA Syariah Maret 2019 mengalami penurunan, dari 27,73 persen menjadi 25,68 persen di periode yang sama tahun 2018. Oleh karena itu, bank berbasis syariah ini menargetkan aset, kredit, dan dana pihak ketiga naik 10 sampai 15 persen year of year (yoy) tahun ini.

Tidak hanya BCA yang memberikan suntikan modal pada anak usaha. BNI juga demikian. Bahkan, menurut Wakil Direktur Utama BNI, Henry Sidharta, perusahaan induk yang dipegangnya menambahkan dana pada BNI Sekuritas dan PT Bank BNI Syariah sekaligus.

Pemberian modal pada BNI Sekuritas diharapkan selesai pada bulan Juni 2019 karena saat ini sudah proses perizinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara itu, BNI Syariah mendapatkan suntikan dana agar bisa masuk kategori Bank BUKU III dengan ketentuan modal inti minimal Rp5 triliun.

Direktur BNI Syariah, Dhias Widhiyati menuturkan bahwa banknya membutuhkan tambahan dana sekitar Rp730 miliar. Di kuartal I 2019, pertumbuhan laba anak usaha BNI ini mencapai 42,9 persen yoy atau senilai dengan Rp135 miliar. Berdasarkan hal tersebut, dengan laba ditahan, total modal inti yang sudah dimiliki Rp4,27 miliar.

Dhias juga menyebutkan bahwa perkiraan laba bersih akan terus naik menjadi 35 persen di akhir tahun 2019. Target modal ini yang diperoleh dengan kondisi tersebut menjadi Rp4,8 triliun. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *