Analis: “Pasar Properti Lesu, Bisnis KPR Makin Ketat”

oleh

Beberapa analis perbankan menyebut jika kondisi pasar kondusif maka pertumbuhan kredit properti di 2018 akan mencapai 25% year on year (y-o-y).

Salah satunya yaitu Direktur Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), Panangian Simanungkalit yang memproyeksikan pertumbuhannya mencapai 13-15% year on year (yoy). Namun jika pasar bagus, imbuhnya, tidak menutup kemungkinan akan tumbuh hingga 25%.

Salah satu yang mendorong perbaikan pada sektor tersebut yaitu pertumbuhan ekonomi nasional yang dipreoyeksikan akan mengalami pertumbuhan sebesar 5,2% di tahun depan.

“Suku bunga KPR diprediksi juga akan turun dibawah 7%,” terangnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank Bukopin Tbk, Glen Glenardi menilai lesunya penjualan properti di tahun ini sangat berpengaruh terhadap kinerja perbankan yang secara khusus bermain pada segmen kredit properti.

“Selain penurunan suku bunga, semua perbankan juga telah menawarkan KREDIT RUMAH MURAH kepada calon konsumen agar segmen kredit ini terus tumbuh dengan baik, pasalnya permintaan properti masih lesu. Saya berharap 2018 permintaan kredit properti membaik,” ujarnya.

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *