in ,

Aset Perbankan Masih Kinclong Meski Pandemi

Aset perbankan

WARTABANK.COM, Jakarta – Aset perbankan tampaknya masih terlihat tumbuh dengan baik sepanjang tahun 2020 lalu meskipun Pandemi Covid-19 menggempur seluruh industri tidak terkecuali perbankan.

Kredit perbankan hingga periode Oktober 2020 tercatat terkontraksi 2,28 persen (ytd) dengan nilai sebesar Rp5.553 triliun.

Meskipun terjadi kontraksi namun aset perbankan masih berhasil tumbuh dengan sangat baik. pada Oktober 2020 aset perbankan tumbuh 5,97 persen (ytd) dari Rp 8.562 triliun akhir tahun 2019

Aset sejumlah bank yang tumbuh tersebut diakui sejumlah bankir dampak dari naiknya pertumbuhan dana pihak ketiga selama pageblug.

Salah satunya adalah Jahja Setiatmadja! Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk ini mengakui hal tersebut.

BCA sebut Jahja mencatat aset yang tembus Rp1.000 triliun dimana faktor utama dikontribusikan melalui dana pihak ketiga (DPK).

“Aset perbankan tumbuh karena DPK, pun dengan BCA. Aset kami tumbuh karena DPK kami tumbuh lebih dari 19 persen,” ujar Jahja.

Bank swasta dengan aset besar ini berhasil mencatat perolehan aset mencapai Rp1.027 triliun atau tumbuh sebesar 14,22 persen (ytd) per November 2020.

Hal senada dikatakan Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Haru Koesmahargyo. Menurutnya komponen DPK diakui menjadi kontributor utama melesatnya aset.

Data LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) menyatakan bahwa hingga periode November 2020, simpanan masyarakat di perbankan mengalami pertumbuhan hingga 10,3 persen (ytd) menjadi Rp6,02 triliun.

Haru mengatakan aset BRI berhasil tumbuh 7,88 persen (yoy) utamanya dikontribusikan oleh kenaikan simpanan perseroan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

melalui rights issue

Melalui rights issue Bank Mandiri Suntik Modal Bank Mantap

Strategi bank besar

Strategi Bank Besar Jadikan Platform Mobile Banking Sebagai Super App