in ,

Aturan Bank Digital Akan Dikeluarkan OJK Pekan Depan

Aturan Bank Digital

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Aturan Bank Digital secara resmi akan dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI pada pekan depan.

Kepastian ini disampaikan Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan, Heru Kristiana, Selasa (17/8/2021).

Menurutnya, OJK akan mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) mengenai bank umum, dimana salah satunya akan terkait aturan bank digital.

Dalam Peraturan OJK ini, akan diatur ketentuan terkait pendirian bank baru, termasuk bank yang akan beroperasi secara penuh berbasis digital.

Dengan peraturan terbaru ini, nantinya akan mengakomodasi perkembangan industri perbankan, yang saat ini mulai beralih pada sistem digital.

“Minggu ini akan diliris aturan Bank Digital, ditunggu saja,” kata Heru.

Sebelumnya Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot mengungkapkan bahwa pihaknya tidak membedakan aturan bank digital maupun bank umum, sebab kedua sistem ini dianggap sebagai model bisnis saja.

Menurutnya, jenis bank di Indonesia saat ini hanya dibedakan dalam dua kategori, yaitu bank perkreditan rakyat (BPR) dan bank umum.

Namun regulasi terkait aturan bank digital sudah diakomodir dalam Peraturan OJK Nomor 12 tahun 2018, namun dipastikan akan ada aturan terbaru yang dikeluarkan pekan depan.

Sebelumnya OJK telah menyatakan bahwa dalam aturan bank digital yang akan dirilis, pengelompokan bank akan diganti menjadi Kelompok Bank berdasarkan modal inti.

Ada empat kelompok bank yang diatur, yaitu dengan modal inti di bawah Rp6 triliun hingga di atas Rp70 triliun.

Saham Bank Umum Tetap Positif

Saham bank digital yang merupakan hasil transformasi bank beraset kecil kini mulai ramai di perdagangkan di bursa saham Indonesia.

Beberapa bank digital yang sudah IPO bahkan harga sahamnya mulai menanjak dan sangat mahal.

Padahal, kinerja sejumlah bank ini tercatat masih mengalami kerugian bahkan ada yang belum beroperasi secara digital.

Meski begitu, harga saham sejumlah bank BUMN yang asetnya besar belum tergeser dan masih mencatatkan kinerja positif, seperti BRI, BNI, dan Mandiri.

Okie Ardiastama selaku Analis Pilarmas Investindo Sekuritas mencontohkan saham Bank Mandiri di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurutnya, saham bank yang tergabung dalam Himbara ini dinilai masih sangat prospektif untuk memberikan return yang optimal bagi investor.

“Bank Mandiri terbukti cepat pulih dari dampak pandemic. Itu terlihat dari kemampuan perusahaan dalam meraih performa positif pada paruh pertama tahun ini. Bahkan transaksi digital Bank Mandiri juga turut menopang kenaikan perolehan margin bisnis ke depan,” ungkapnya.

Tercatat pada peridoe Januari-Juni 2021, pengguna layanan Livin’ by Mandiri melonjak drastic hingga 7,8 juta nasabah.

Sementara nilai transaksi finansialnya sebesar Rp728 triliun atau tumbuh 59 persen dibandingkan semester I tahun 2020. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Insentif PPN

Insentif PPN Diperpanjang, Bank Permata Target KPR 30 Persen

Laba Bank Sampoerna

Laba Bank Sampoerna Tembus Rp18,5 Miliar