in , ,

Bank Amar Indonesia Buka Kantor Cabang Baru di Surabaya

Bank Amar

Bank Amar / PT Bank Amar Indonesia mengumumkan perseroan membuka kantor cabang di Wiyung, Surabaya, Jawa Timur. Ekspansi perusahaan dilakukan seiring aset yang terus bertambah dengan capaian hingga Rp2 triliun sampai akhir 2018.

Managing Director Bank Amar Vishal Tulsian menyebutkan, artinya Bank Amar mengalami pertumbuhan aset hingga 10 kali lipat sejak 2014. Hal ini menunjukan fondasi Bank Amar yang solid di tahun politik. Bagi perseroan, tahun politik di Indonesia tidak terlalu berpengaruh pada kinerja.

“Dengan pembukaan Cabang Wiyung, kami harapkan akan mendorong peningkatan kinerja Bank pada tahun 2019. Kami melihat potensi yang masih luas untuk digali pada segmen retail, sehingga kami fokus pada segmen ini,” ujar Vishal dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, pembukaan kantor cabang Wiyung juga dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan reputasi Bank Amar. Hingga saat ini, Bank Amar memiliki lima jaringan kantor yang terdiri dari dua kantor cabang di Surabaya dan satu kantor cabang di Jakarta. Sisanya, satu kantor cabang pembantu di Surabaya dan satu kantor fungsional di Jakarta.

Dari hasil surve Bank Amar, wilayah Wiyung mempunyai potensi pasar yang besar, sementara hanya terdapat delapan kantor cabang bank yang rata-rata beroperasi di segmen pasar korporasi.

“Mengingat pangsa pasar existing Bank Amar ada di sektor perdagangan ritel, maka kami yakni bahwa pembukaan kantor cabang di Wiyung akan berdampak positif terhadap kinerja Bank,” ungkapnya.

BANK AMAR OPTIMIS TATAP KINERJA

Secara umum, pebisnis berpendapat bahwa tahun politik akan membuat ekonomi mengalami perlambatan. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit industri perbankan pada 2019 diproyeksikan mengalami stagnansi di kisaran 12%-13%. Senada dengan OJK, Indef bahkan memiliki angka proyeksi yang lebih ketat, yakni pertumbuhan kredit perbankan tahun 2019 diperkirakan bergerak stabil di angka 8,5%-9,5%.

Namun, Vishal menyebutkan optimisme perusahaan pada 2019. Dana Pihak Ketiga (DPK) Amar Bank telah mencapai lebih dari Rp1 triliun pada Desember 2018.

“Tahun 2019 memang tahun politik, namun kami meyakini bahwa perekonomian Indonesia khususnya industri perbankan akan tetap stabil, terutama segmen retail yang merupakan fokus dari Amar Bank,” tegasnya.

Berangkat dari visi Bank Amar, memberikan senyuman kepada 200 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2025, pihaknya mengaku ingin terus memberi dampak sosial yang positif, seperti membantu meringankan biaya renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya kesehatan, dan kebutuhan modal kerja.

Oleh karena itu, menurut dia, layanan keuangan harus semakin dekat dengan masyarakat untuk mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan finansial yang mendesak.

“Dari data kami, terlihat jelas ada kenaikan pinjaman dibanding tahun lalu. Oleh karena itu, tahun politik tidak mempengaruhi bisnis kami yang memang fokus pada personal dan UMKM dengan produk Tunaiku, Tamara, deposito dan kredit UMKM,” ujar Vishal.

Sebagai informasi, PT Bank Amar Indonesia yang dahulu bernama PT Anglomas International Bank (Amin Bank) didirikan pada 15 Maret 1991 di Surabaya. Sejak 2014, Amar Bank menjadi bagian dari Tolaram Group, perusahaan multi internasional yang berpusat di Singapura dan memiliki berbagai unit bisnis.

Dalam dua tahun terakhir, Bank Amar mengalami transformasi, khususnya mengandalkan teknologi finansial (financial technology/Fintech) melalui produk digitalnya, Tunaiku. []

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Linkaja

Linkaja Jadikan Pembayaran Lebih Mudah

OVO

OVO Terus Lakukan Perluasan Layanan Keuangan