Bank-bank Rebutan Dana Murah

oleh

Adanya kenaikan bunga murah menjadikan bank-bank getol memburu dana murah. Hal tersebut dilakukan agar meminimalisir kenaikan cost of fund. Adapun jika porsi dana murah lebih besar tentunya biaya akan lebih rendah. Sejumlah bank besar menjaganya dari tabungan serta giro atau CASA (current account and saving account) minimal separuh dari DPK (Dana Pihak Ketiga).

Menurut Direktur Bisnis Konsumer Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan, pihaknya ikut memburu penjaringan dana murah tersebut. Lebih lanjut ia mengatakan, di tengah kondisi pasar yang berkecenderungan menaikan bunga deposito, CIMB Niaga terus memperbesar porsi CASA tersebut.

Lani menambahkan bahwa CIMB NIaga memiliki rasio CASA di atas 55% terhadap DPK.

“Persaingan makin ketat, karena perburuan dana murah banyk yang ikut. Kami berharap komposisi dana murah CIMB Niaga bisa di atas 56%,” ujarnya.

Sementara itu, di tengah persaingan perburuan dana murah tersebut, Direktur Keuangan Maybank, Thilagavathy Nadason mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi untuk menjaring CASA antara lain dengan menluncurkan produk tabungan.

“Targetnya adalah segmen menengah pada ritel,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dirinya menginginkan CASA dapat dipertahankan pada level 40%. Adapun posisi saat ini Maybank memiliki komposisi CASA 40% terhadap DPK atau sebesar Rp102.58 Triliun pada April 2018.

“Untuk meningkatkan menjadi 41% agak sulit karena persaingan,” ujarnya. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *