Bank BCA Terus Salurkan Kredit Ke Sektor Kelapa Sawit

oleh
Bank BCA

Bank BCA belum berencana menahan kredit terhadap sektor kelapa sawit, meski pertumbuhannya melambat. Industri kelapa sawit saat ini memang terus mendapat tantangan dari luar negeri. Hal ini terkait dengan kampanye yang dilancarkan Uni Eropa terhadap produsen Crude Palm Oil (CPO).

Industri CPO dianggap tidak ramah lingkungan dan berdampak negatif pula secara sosial. Penanaman kelapa sawit disinyalir terus menambah lahan dan merusak atau mengurangi jumlah atau luas hutan yang ada.

Beberapa negara mulai mengatur tentang impor kelapa sawit dan menggantikannya dengan minyak canola. Belanda misalnya, telah melarang masuknya ekspor makanan yang mengandung kelapa sawit. Uni Eropa sendiri telah mengeluarkan aturan melarang penggunaan CPO mulai 2021.

Bank BCA Dorong Industri CPO

Akibat dari kampanye yang dilancarkan Uni Eropa, pertumbuhan industri ini di banyak negara mengalami perlambatan harga. Termasuk Indonesia, di mana ekspor kelapa sawit menjadi komoditi andalan.

Meski demikian, Bank BCA optimis bahwa industri ini tidak akan gulung tikar. Apalagi berbagai upaya juga dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan negara produsen lain untuk melawan kampanye Uni Eropa terhadap CPO. Beberapa LSM juga ikut membantu mengurai permasalahan.

Berdasarkan hal tersebut dan keyakinan terhadap nasabahnya, Bank BCA belum ada rencana menahan kredit di sektor industri CPO.

Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Kusumaatmadja di Jakarta meyakini bahwa nasabah mereka di sektor kelapa sawit sudah berpengalaman. Berbekal pengalaman yang dimiliki, bisnis CPO akan tetap dapat berjalan meski terdapat banyak tantangan. Nasabah yang mendapatkan kreditnya dari BCA, bukanlah perusahaan baru.

Namun, Presiden Direktur BCA mengakui terjadi perlambatan penyaluran kredit ke sektor industri sawit. Ini bukan karena pihak BCA yang menahan, tetapi perusahaan yang belum membutuhkan tambahan modal kerja.

Perusahaan juga diyakini masih terus berkonsolidasi di tengah perlambatan harga kelapa sawit. Akibatnya, belum ada appetite untuk tambahan modal kerja dan investasi yang lebih besar. Banyak perusahaan menahan diri untuk tidak memperluas usaha sementara hingga kondisi lebih stabil.

Jahja mengungkapkan, kalau ada permintaan dari pihak perusahaan sawit untuk penyaluran kredit, pihak Bank BCA tidak akan menolak. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *