BANK CENTURY ASETNYA DIBURU KE SWISS

oleh
BANK CENTURY

BANK CENTURY menyimpan misteri yang begitu dalam pengungkapan kasusnya. Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) pun mengisyaratkan akan menetapkan tersangka baru dalam kasus yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang yudhoyono (SBY) tersebut.

Kabar terbaru dari pengembangan kasus tersebut yaitu perburuan aset yang akan dilakukan hingga ke swiss menyusul langkah pemerintah Indonesia dalam kerjasama perjanjian hokum timbale balik perosalan pidana serta mutual legal assistance (MLA) dengan komnfederasi Swiss di Bernerhof Bern (awal Februari 2019 lalu).

BACA JUGA: JOKOWI VS PRABOWO RIBUT SOAL EKONOMI

Adanya kerjasama tersebut tentunya menjadi jalan terang bagi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam mengejar aset BANK CENTURY yang jumlahnya fantastis yang dikabarkan dibawa kabur ke Swiss dan Hongkong.

“Kami sudah lama mengendus dan melacak keberadaan aset tersebut,” ujar Direktur Eksekutif Hukum LPS Robertus Bilitea.

Lebih lanjut Robertus mengatakan bahwa melalui kerjasama dengan MLA tersebut semakin memudahkan LPS untuk merebut aset BANK CENTURY yang dibawa kabur ke Swiss. Sebagai langkah awal, imbuhnya, LPS akan berkordinasi dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau Kemkumham terkait isi dalam perjanjian MLA.

“Kami akan review apakah MLA tersebut masih memerlukan diratifikasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau sudah boleh dioperasikan,” terangnya.

BACA JUGA: KPR SYARIAH INILAH PLUS MINUSNYA

Setelah langkah tersebut kemudian LPS akan melacak apakah ada aset ex BANK CENTURY yang tersimpan di institusi Swiss. Apabila ditemukan aset tersebut maka LPS akan segera melakukan permohonan kepada pemerintah (Kemkumham) untuk melakukan pelacakan dan penyitaan aset tersebut.

“Namun penyitaan tersebut bisa memungkinkan apabila dalam perjanjian MLA diperbolehkan melakukan hal tersebut,” tambah Robertus.

BANK CENTURY DI HONGKONG

Pengejaran aset BANK CENTURY dengan memanfaatkan kerjasama MLA bukan pertama kali dilakukan oleh LPS. Sebelumnya aset-aset tersebut juga diburu di negara Hongkong tentunya dengan Kemkumham sebagai Central Authority.

Menurut Robertus, hingga saat ini pengadilan soal aset BANK CENTURY di Hongkong terus berjalan,” terangnya.

Diakui Robertus, LPS tengah mempelajari dengan sebaik mungkin ada atau tidaknya pelarian aset ke Swiss. Berapa jumlah aset yang dikejar? Sayangnya Robertus enggan menyebut besaran aset yang diincarnya.

Sebagai informasi bahwa data per tahun 2015 mencatat setidaknya terdapat US$156 juta aset BANK CENTURY yang berada di Swiss serta sebesar US$5,6 juta yang berada di Hongkong. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *