Bank Indonesia Resmi Luncurkan Regulasi Pelonggaran RIM

oleh
Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) akhirnya resmi merilis regulasi pelonggaran rasio intermediasi makroprudensial atau yang biasa disebut RIM. Melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur dengan nomor 21/5/PADG/2019, yang keluar pada Jumat tanggal 29 maret lalu.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan jika Bank Sentral telah memodifikasi ketentuan RIM yang semula memiliki angka di 80 persen – 90 persen dan kini menjadi 84 persen – 94 persen.

Selaku Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Linda Maulidina menyatakan jika upaya pelonggaran ini memiliki tujuan agar perbankan dapat mempercepat proses penyaluran kreditnya.

Dalam jumpa pers di Bank Indonesia pada Senin, 1 April ini tercatat jika Januari tahun 2019 pertumbuhan kredit telah meningkat sekitar 12 persen dibanding tahun lalu yang hanya 11,8 persen. Namun, agaknya belum mampu menyokong PDB yang lebih signifikan.

Baca Juga: Bank Indonesia Belum Menurunkan Suku Bunga

Dalam dunia perbankan, sistem yang disebut RIM dihitung dengan memasukkan komponen pembelian obligasi korporasi oleh bank. Hal ini berfungsi sebagai penunjuk pembiayaan. Sebaliknya, pempublikasian obligasi oleh pihak bank, maka akan disebut sebagai indikator pendanaan.

Diharapkan, melalui rasio yang direnggangkan, Bank Indonesia yakin jika perbankan nasional mulai rajin dalam hal kepemilikan obligasi korporasi serta penerbitannya.

BANK INDONESIA BERI KERINGANAN LIKUIDITAS

Bank Indonesia melalui Linda juga mengklaim, jika akan memberikan keringanan ruang likuiditas bagi perbankan guna menyalurkan pembiayaan yang secara tak langsung melalui kepemilikan obligasi korporasi. Dilihat dari sudut lainnya, terlihat kecenderungan korporasi non keuangan akan makin aktif untuk mencari sumber dana melalui penerbitan obligasi.

Dijelaskan jika kebijakan atau Beleid baru ini dari Bank Indonesia ini, akan mulai berlaku pada Juli tahun 2019 mendatang. Dalam pada itu, perihal pemberian sanksi baru akan mulai diberlakukan bulan Oktober 2019. Sementara, berkenaan dengan hukuman bagi bank yang tidak memenuhi besaran RIM yang baru, masih sama dengan kebijakan sebelumnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia jika dalam kebijakan perbankan tersebut satu hari terjadi pelanggaran, pemberlakuan sanksi berupa pembayaran kekurangan giro RIM dikali 125 persen dari suku bunga Jibor overnight, oleh pihak bank yang terkena sanksi. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *