in , , ,

Bank Muamalat Alami Kekurangan Dana

Bank Muamalat

Bank Muamalat masih mencari dana untuk memenuhi kebutuhan pendanaannya, meskipun telah memiliki investor yang siap untuk menyuntikan dana. Kebutuhan dana yang dibutuhkan dari bank ini memang mencapai Rp4 triliun, sedangkan dana yang didapat dari terjadinya akuisisi hanya berkisar Rp2 triliun.

Ini berarti, ada kekurangan dana sebesar Rp2 triliun lagi yang harus dipenuhi oleh Bank Muamalat dari sumber lain, selain yang telah didapat dari investor baru tersebut.

Adapun investor baru yang telah menyuntikan dana melalui aksi akuisisi adalah Al Falah Investment Pte Ltd. Kedepannya Bank Muamalat akan menerbitkan right issue bernilai Rp2 triliun yang akan dibeli oleh investor baru tersebut.

Menurut Direktur Utama Bank Muamalat Achmad Kusna Permana mengatakan, transaksi paling dekat yang saat ini telah diumumkan adalah rencana akuisisi dan prospektus penerbitan.

Hal ini telah diputuskan melalui RUPSLB tahun lalu sebesar Rp2 triliun. Sedangkan kebutuhan pendanaan yang ada bernilai Rp4 triliun. Ada dua opsi yang rencana akan dilakukan untuk memenuhi kekurangan kebutuhan yang ada, menggandeng investor baru lagi dan penerbitan obligasi subordinasi.

Lebih lanjut Permana mengatakan, telah banyak pihak yang berminat untuk melakukan investasi setelah ada kepastian Al Falah masuk ke Muamalat. Saat ini pihak bank sedang berkonsentrasi untuk menerbitkan saham baru yang akan dieksekusi Al Falah, Koperasi Simpan Pinjam Jasa, dan Lynk Asia.

Bisa mendapatkan pernyataan dari OJK di bulan Juni, kemudian melakukan pendistribusian saham. Sehingga diharapkan, pada bulan Juli Bank Muamalat telah mendapatkan pembayarannya.

Nilai Saham Bank Muamalat

Sebenarnya nilai saham yang dikeluarkan oleh Bank Muamalat adalah sebesar Rp2,2 triliun atau setara 65,22 persen nilai saham baru. Kelebihan Rp200 miliar yang ada dipersiapkan untuk mengantisipasi adanya keinginan para pemegang saham minoritas yang ingin mengambil haknya.

Permana mengungkapkan lagi, Bank Muamalat akan melakukan pengubahan struktur pendanaan ke arah penghimpunan dana murah (CASA). Target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun untuk CASA ini bernilai 42 persen, dengan porsi awal tahun yang telah dikeluarkan mencapai 38 persen.

Sedangkan untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) akan ditargetkan mengalami pertumbuhan hingga 12 persen hingga akhir tahun. []

Berita Bank

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Efisiensi operasional

Efisiensi Operasional Banyak Bank Masih Belum Cukup

BRI Syariah

BRI Syariah Gandeng Tokopedia Luncurkan Halal Mall