Bank Muamalat Sahkan Al Falah Sebagai Investor Baru

oleh
Bank Muamalat

Bank Muamalat Indonesia mengesahkan Al Falah Invesment Pte Limited atau Al Falah menjadi investor baru yang telah mengakuisisi 50,3 persen saham. Hal itu disampaikan pada kegiatan RUPSLB atau Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

Chief Executive Officer Bank Muamalat, Achmad Kusna Permana menuturkan, dana suntikan modal sejumlah Rp2 triliun. Yakni berasal dari Al Falah sebesar Rp1,7 triliun serta dari konsorsium Koperasi Simpan Pinjam Jasa atau Kospin Jasa sebesar Rp250 miliar dan dari Lynx Asia sebanyak Rp50 miliar.

Permana mengatakan, seluruh pemegang saham telah menyetujui semua rencana aksi dalam rangka menguatkan struktur permodalan perseroan. Meski statusnya masih dalam proses agar mendapatkan persetujuan OJK, Permana yakin Bank Muamalat bisa dengan leluasa melakukan ekspansi bisnis.

Bank Muamalat Raih Catatan dari Indef

Insititute for Development of Economic and Finance atau Indef berpendapat, penambahan modal melalui akuisisi itu dapat memberi ruang gerak kepada Bank Muamalat untuk mengembangkan ekspansi bisnis.

Tauhid Ahmad selaku Ekonom Indef memberikan beberapa catatan bagi bank tersebut agar segera mengubah strategi bisnis setelah diakuisisi oleh Al Falah.

Hal yang pertama, supaya bank tersebut bisa mengembangkan strategi layanan digital dengan menggunakan sistem microservice terhadap hal-hal yang spesifik.

Misalnya dengan pengembangan pembayaran pendanaan non-cash pada berbagai kebutuhan pelanggan. Yang harus cepat, mudah, dan efisien, seperti layanan GoPay namun berbasis syariah.

Kedua, dibutuhkan open banking untuk menciptakan layanan keuangan baru yang berfokus pada kepentingan pelanggan.

Hal ini penting arsitektur ekonomi syariah baru disahkan oleh Presiden. Dan peluang baru terbuka lebar di bidang ini, misalnya terkait industri halal, yang memerlukan layanan keuangan syariah.

Ketiga, pengembangan ekspansi kantor ataupun non-office perlu dilakukan dengan cara bermitra. Yakni kepada lembaga keagamaan maupun personil yang mempunyai dedikasi dalam pengembangan keuangan syariah.

Sebab, bila jangkauan Bank Muamalat masih stagnan, maka tak akan ada perubahan tambahan dana dari Al Falah dan Kospin tersebut.

Dan yang terakhir, terkait dengan sosialisasi di tingkat masyarakat mengenai perbankan syariah. Dengan memerlukan belanja iklan yang signifikan untuk menjawab keraguan khalayak atas perbankan syariah, terutama layanan Bank Muamalat. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *