Bank Papan Atas Incar Pertumbuhan Aset di Atas 10%

oleh
Bank Papan Atas

Bank papan atas bertekad menggemukan nilai aset di atas 10%. Adapun yang menjadi strategi utamanya adalah pada strategi bisnis organik selain dari bisnis anorganik. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset perbankan per April 2018 secara umum mencapai Rp7.456,3 Triliun, atau mengalami kenaikan 9,27% jika dibandingkan periode sama tahun 2017 yaitu sebesar Rp6.823,17 Triliun.

Sebut saja Bank Rakyat Indonesia atau BRI. Menurut Sekretaris Perusahaan BRI, Bambang Tri Baroto, BRI membidik pertumbuhan aset yang sebanding dengan kredit di tahun ini.

Kredit dan aset akan tumbuh setara pada level 12-14%. Hal ini lantaran aset terbesar ada pada kredit,” ujarnya.

Pada periode Mei 2018, lanjutnya, BRI berhasil mencatat kenaikan aset sebanyak 9,4% atau menjadi Rp1.080,2 Triliun apabila dibandingkan pada posisi Mei tahun 2017 yang senilai Rp987.31 triliun.

“Untuk mendorong aset kami akan fokus dalam penyaluran kredit untuk segmen investasi dan modal kerja terutama UMKM termasuk consumer,” pungkasnya.

Tak mau ketinggalan, Bank OCBC NISP juga ingin menggemukan aset di tahun ini. Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, menyebut perbankan sampai dengan Triwulan II/2018 kinerja bisnisnya masih sejalan dengan rencana.

“Kami targetkan pertumbuhan aset dan kredit bisa mencapai 10-15%,” ujarnya.

Serupa dengan bank jatim! Menurut Direktur Keuangan Bank Jatim, Ferdian Satyagraha, adanya kenaikan suku bunga acuan tidak mempengaruhi rencana bisnis bank jatim di tahun ini. Lebih lanjut ia mengatakan akan terus melanjutkan strategi dalam mendorong teknologi serta mengoptimalkan LAKU PANDAI.

“Untuk mendongkrak pertumbuhan kredit kami akan fokus penyalurannya pada segmen UMKM dan consumer. Kami targetkan kredit bisa tumbuh 10,65% serta kenaikan aset 15%,” paparnya.

Adapun Ferdian menyebut bahwa bank jatim akan terus meningkatkan penyerapan dana murah dari giro maupun tabungn. Hal ini merupakan salah satu strategi dalam mendorong kenaikan aset.

“Per Mei 2018 kredit bank jatim tumbuh hanya satu digit yaitu 6,73% dengan pertumbuhan aset yang lebih tinggi 0,1% di bulan yang sama,” ujarnya.

Dalam keterangan resminya OJK menyebut bahwa kredit perbankan per mei 2018 sudah tembus 10,26%. Angka tersebut tentunya sudah lama dinanti oleh industri, terlebih angka pertumbuhan tertinggi di bulan sebelumnya yaitu 8,94%. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *