in , ,

Bank Woori Cetak Kinerja Positif di 2018

Bank Woori

PT Bank Woori Saudara Indonesia Tbk telah membukukan laba bersih pada tahun 2018
senilai Rp537,97 miliar atau meningkat 22,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Rp438,72 miliar. Pencapaian tersebut melebihi target awal 2018 sebesar 8 hingga 11 persen.

Choi Jung Hoon selaku Presiden Direktur Bank Woori Saudara menjelaskan sepanjang
2018 perusahaan bergerak dengan baik di tengah tantangan ekonomi yang fluktuatif.

“Kami berhasil melakukan mitigasi usaha tepat sasaran, ditandai (dengan) pembukaan dua kantor cabang di wilayah Medan serta Makassar. Dan (juga) relokasi kantor pusat (yang sebelumnya) di Bandung pindah ke Jakarta,” jelasnya setelah Rapat Umum Pemegang Saham.

Sepanjang tahun 2018 perusahaan Bank Woori Saudara mencatat total aset sejumlah 29,63 triliun. Itu berarti melonjak 9,40 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya berjumlah Rp27,09 triliun. Jumlah ekuitas juga turut melonjak 7,25 persen menjadi Rp6,55 triliun rupiah dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp6,11 triliun.

Baca Juga: Total Aset BTN Mengalami Kenaikan Pesat

“Pencapaian ekuitas juga melebihi target yang ditetapkan awal 2018 (yaitu) sebesar 9-11 Persen,” jelas Choi Jung Hoon.

Kredit pada tahun 2018 naik menjadi 22,29 triliun rupiah dari tahun sebelumnya hanya hanya Rp18,65 triliun. Sementara itu Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi turun menjadi Rp15,39 triliun dari tahun sebelumnya yang senilai Rp16,93 triliun.

TARGET BANK WOORI DI 2019

Pada tahun 2019 ini, Bank Woori Saudara telah menargetkan pertumbuhan kredit, laba
bersih dan DPK berada di kisaran 10 persen. Agar mencapai target tersebut pihaknya akan berfokus menyalurkan kredit ke segmen pasar korporasi dan usaha kecil menengah (UKM).

Bank Woori Saudara juga akan segera mulai memberikan layanan kredit pemilikan rumah
(KPR) setelah bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).

“Kondisi persaingan agak ketat, tapi rata-rata kami bisa dapatkan 10 persen hampir di semua (aspek),” tambah Choi Jung Hoon.

Pihak manajemen juga turut menegaskan tahun ini Bank Woori Saudara tidak berencana
melakukan aksi korporasi sebab struktur permodalan masih memadai dalam menopang
bisnis. Terbukti dari nilai rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang
memegang posisi 23,04 persen pada akhir 2018 lalu.

Namun, CAR tersebut terhitung mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai hingga 24,86 persen. []

Berita Bank

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Indonesia

Bank Indonesia Belum Menurunkan Suku Bunga

Kebijakan moneter

Kebijakan Moneter Negara-Negara Utama Terus Dipantau OJK