BCA Syariah: Kinerja Tumbuh Namun Melambat

oleh
BCA Syariah

BCA Syariah berhasil mencetak kinerja positif sepanjang tahun 2018 lalu dengan mencetak pertumbuhan double digit. Namun capaian tersebut dinilai melambat dibandingkan pencapaian pada tahun 2017.

BCA Syariah sepanjang tahun 2018 berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp54,2 miliar atau naik 13,15 persen secara year on year (yoy). Sementara itu di tahun 2017 perusahaan berhasil meraih laba bersih RP47,9 miliar atau tumbuh sebesar 30,16 persen (yoy) apa bila dibandingkan pada periode 2016 yang hanya Rp36,8 miliar.

Baca Juga: KPR Syariah Inilah Plus Minusnya

Adapun BCA Syariah juga mencatat penyaluran pembiayaan yang turut melambat meskipun tercatat pertumbuhan double digit. Pada tahun 2018 perusahaan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp4,89 triliun atau tumbuh 16,70 persen (yoy).

Penyaluran pembiayaan tahun 2018 tersebut mengalami perlambatan dibanding tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp4,89 triliun atau tumbuh 16,70 persen dibandingkan tahun 2016 yang senilai Rp3,84 triliun.

Meskipun melambat, namun Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih menyebut bahwa kinerja perusahaannya masih pada jalur yang benar.

“Pertumbuhan BCA Syariah saya kira masih stabil. Kami memilki strategi yaitu pertumbuhan yang berkualitas sehingga non performing financing (NPF) gross masih berada pada level 0,35 persen serta NPF net pada level 0,28 persen,” ujarnya.

ASET BCA SYARIAH TUMBUH MELAMBAT

Pertumbuhan kinerja yang melambat pun, diikuti pertumbuhan aset yang ikut melambat pula. Sehingga pada tahun 2018 total aset yang tercatat sebesar Rp7,06 triliun atau tumbuh 18,45 persen.

Hal ini mengalami perlambatan dimana pada tahun 2017 total aset tercatat sebesar Rp5,96 triliun memiliki pertumbuhan sebesar 19,43 persen dibandingkan tahun 2016 yang sebesar Rp4,49 triliun.

Baca Juga: Transaksi E-Money Ditargetkan Tumbuh

Dikatakan John, tahun ini BCA Syariah akan terus memperbaiki kinerjanya dengan melanjutkan ekspansi bisnis dalam hal ini yaitu melakukan penambahan jaringan bisnis, mensosialisasikan seluruh kanal transaksi digital dan elektronik.

“Kami membidik pertumbuhan tahun 2019 ini berada di kisaran 12 persen hingga 15 persen atau lebih tinggi dari proyeksi Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tutup John. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *