in , ,

Bekraf Dorong Bank Syariah Berikan Pendanaan Ekonomi Kreatif

Bekraf

Bekraf / Badan Ekonomi Kreatif berencana untuk mengupayakan serta mendorong perbankan syariah berpartisipasi dalam memberikan modal usaha kepada pelaku ekonomi kreatif. Hal ini dikarenakan, kontribusi perbankan syariah pada ekonomi kreatif masih sangat minim.

Menurut Direktur Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu, market share bank syariah hanya 5,7 persen dari total pendanaan ekonomi kreatif. Padahal potensi yang dimiliki oleh bank syariah cukup luar biasa. Dan para pelaku ekonomi kreatif pun masih sangat minim yang memanfaatkan pendanaan bank syariah.

Bekraf pun memiliki catatan sepanjang tahun 2018. Yaitu catatan pendanaan ekonomi kreatif terhadap empat bank pelat merah dan satu bank swasta yang mencapai Rp4,9 triliun dan pada 2017 senilai Rp4,4 triliun. Sedangkan di tahun 2019, Bekraf memiliki target untuk perbankan mampu memberikan pendanaan di atas Rp5 triliun.

Yuke juga mengungkapkan, jika bank syariah mampu memanfaatkan pasar ekonomi kreatif berbasis syariah yang memiliki potensi sangat besar. Salah satunya, khusus terkait dengan gaya hidup syariah atau halal lifestyle.

Karena 80 persen masyarakat Indonesia mayoritas adalah muslim, maka potensi pasar ekonomi syariah itu sangat besar sekali. Jika dilihat dari segmen fashion, misal 50 persen adalah wanita, maka ada 35 persen yang mengenakan hijab. Hal yang demikian saja sudah bisa menjadi pasar. Selain itu, saat ini memang sangat ngetren gaya hidup halal, mulai dari wisata, kosmetik, obat-obatan, dan juga kuliner halal.

Bekraf Dukung BNI

Dengan demikian, inilah yang menjadi salah satu alasan PT Bank BNI Syariah sedang gencar-gencarnya dalam menyalurkan pendanaan ke sektor ekonomi kreatif. Hal demikian yang bisa dilakukan oleh Bekraf untuk mulai menggelar kompetisi ekonomi kreatif. Mulai dari pelaku ekonomi kreatif sampai perusahaan startup berbasis syariah. Kompetisi tersebut bertajuk Deureuham 2019: Islamic Creative Economy Competition.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan, dengan dimulainya Deureuham 2019 ini pihaknya berperan sebagai penyedia akses permodalan. Pembiayaan modal tersebut diberikan kepada wirausaha kreatif yang dinilai memiliki potensi dan memenuhi syarat untuk menerima bantuan modal.

Firman menjelaskan, kriteria penilaian dalam kompetisi ini adalah para peserta harus memiliki inovatif serta kreatif tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Lebih khusus kebutuhan pasar tersebut untuk muslim kelas menengah. Selain itu, bisnis para peserta pun harus memiliki dampak sosial terhadap masyarakat dan mampu terus dikembangkan.

Total dana yang telah digelontorkan BNI untuk pagelaran ini adalah Rp20 miliar. Dana tersebut yang akan dimanfaatkan untuk para peserta, dan juga termasuk hadiah pemenang kompetisi untuk mengembangkan usaha kreatifnya. Dengan demikian, Bekraf akan semakin gencar mendorong perbankan syariah dalam memberikan modal usaha kepada para pelaku ekonomi syariah. []

Berita Bank

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kapitalisasi pasar

Kapitalisasi Pasar Berkembang, Bank Ini Masuk Sepuluh Besar

Pembiayaan multiguna

Pembiayaan Multiguna Mandiri Tunas Finance Targetkan Rp2 Triliun