in ,

Bisnis Bank Digital! BI dan OJK Perketat Izin Investor Asing

Bisnis bank digital

WARTABANK.COM, Jakarta – Bisnis bank digital yang terus tumbuh secara explosive tentunya menjadi potensi besar bagi investor asing yang akan masuk ke Indonesia.

Dimana pertumbuhan tersebut terlihat sangat mendominasi dalam penguasaan ekonomi nasional.

Terlebih kondisi Pandemi Covid-19 dinilai ikut andil dalam menlonjaknya transaksi digital di Indonesia.

Menurut Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, seharusnya bisnis bank digital sejak awal dapat diantisipasi.

Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator semestinya memberikan pengawasan yang lebih ketat dari sisi izin dan peraturan khususnya kepada investor asing.

“Investor asing memiliki dana yang melimpah untuk masuk ke Indonesia, tentunya harus diantisipasi jangan sampai menguasai ekonomi digital Indonesia, termasuk bisnis bank digital,” ujarnya.

Lebih lanjut ia melihat bahwa pengelolaan bisnis bank digital hingga saat ini belum menyentuh para investor.

Oleh karena itu lah pemerintah, sebut Heru, justru harus mengatur kehadiran investor asing tersebut secara terukur dan jelas.

“Jumlah investor pada bisnis bank digital terus meningkat, karena potensi market di sisni sangat besar sekali dengan berbagai kemudahan layanannya,” terang Heru.

Masyarakat menurutnya jugaharus berhati-hati bertransaksi digital. Haru menghimbau agar memperhatikan sisi keamanan data serta transaksi.

“Utamanya adalah keamanan! Jadi ini yang harus di perkuat termasuk sistem transaksi dan penunjang lainnya,” tambah Heru.

Selain meningkatkan keamanan, para investor asing juga dituntut harus berbadan hukum tetap di Indonesia dan patuh terhadap undang-undang yang berlaku.

“Khususnya peraturan terkait lokasi data center. Karena hal ini sangat berkaitan dengan keamanan data para nasabah,” ungkapnya.

Seperti diketahui saat ini para investor asing bisnis bank digital yang sudah menjelajah bisnisnya di Indonesia adalah OVO, Shopeepay, Dana yang terafiliasi dengan investor asal Tiongkok.

Selain itu, Grab yang berasal dari Malaysia ikut berkolaborasi bersama perusahaan telekomunikasi terbesar asal negeri Singa yaitu Singtel Singapura, serta investor Shopee yakni Sea telah mendapatkan lampu hijau untuk mendirikan bank digital di Singapura. []

Atik Masloman

Written by Atik Masloman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fintech lending

AWAS FINTECH ABAL-ABAL! KENALI BIAR GAK KETIPU

Kredit perbankan

Kredit Perbankan Melambat, BI: Per November Terkontraksi 1,39 Persen