BNI Syariah Optimalkan Bisnis Pembiayaan Konsumer

oleh
BNI Syariah

BNI Syariah terus melakukan perluasan kerjasama dengan institusi baik developer, asosiasi pengembang, maupun instansi pemerintah. Hal itu dilakukan dalam rangka mendorong optimalisasi bisnis khususnya dalam pembiayaan consumer.

Hingga kini, BNI Syariah telah bersinergi dengan total lebih dari 900 developer termasuk beberapa pengembang besar, seperti Wijaya Karya Realty, Ciputra Group, Perumnas, PP Properti serta Jaya Group.

Selain itu, BNI Syariah juga telah menjalin kerjasama strategis dengan asosiasi pengembang properti di Indonesia, seperti Asosiasi Properti Syariah Pengembang Indonesia (APSI) serta Pengembang Indonesia (PI).

Menurut SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi, strategi lain yang dilakukan oleh BNI Syariah adalah melakukan kerjasama dengan Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak terkait program Kepemilikan Rumah Non Kedinasan bersama dengan developer salah satunya Abipraya.

“Untuk mensukseskan program ini, kami ikut mendukung roadshow yang dilakukan oleh Ditjen Pajak dan Abipraya Properti di beberapa kota seperti Depok dan Bogor,” ujarnya.

Sistem pembiayaan syariah saat ini menjadi alternatif menarik bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki rumah huni. Angsuran yang bersifat fixed (tetap) hingga akhir periode pembayaran menjadi salah satu solusi terbaik bagi Konsumen.

Selain angsuran fixed, lanjut Iwan, pihaknya juga menawarkan angsuran step up (all fix prices) yang nilainya ditentukan di awal sehingga perubahan angsuran telah diketahui dari awal hingga akhir.

Pembiayaan Konsumer BNI Syariah

Sejak awal berdiri, BNI Syariah telah menerapkan prinsip 4B dalam pembiayaan rumah diantaranya Bebas Riba, Bebas Biaya Administrasi, Bebas Biaya Appraisal, dan Bebas Biaya Provisi. Kemudian prinsip ini disempurnakan menjadi 5B di akhir tahun 2016 dengan prinsip tambahan, yaitu Bebas Biaya Denda.

BNI Syariah juga telah meluncurkan program referral aplikasi KPR BNI Griya iB Hasanah untuk Developer dengan hadiah umrah dan paket wisata halal untuk 15 pemenang bagi 9 Developer. Program ini bertujuan sebagai pemberian apresiasi kepada developer rekanan dan meningkatkan aplikasi ke perusahaan dari developer.

Menurut Iwan Abdi, sampai Agustus 2019, tercatat pembiayaan konsumer mencapai Rp 15,01 triliun dimana 85 persen diantaranya merupakan pembiayaan BNI Griya iB Hasanah.

Sampai Agustus 2019 tercatat pembiayaan BNI Griya iB Hasanah Rp 12,8 triliun naik 12,48% secara tahunan atau year on year (yoy). Sampai akhir 2019 BNI Syariah menargetkan pembiayaan BNI Griya iB Hasanah naik 9,6 persen yoy.

Hingga akhir tahun 2019, BNI Syariah menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan pembiayaan konsumer diantaranya adalah meluncurkan program bagi institusi bonafide; meningkatkan kerja sama dengan pengembang; optimalisasi pengembang eksisting dalam penyaluran aplikasi permohonan pembiayaan konsumtif; mempersiapkan keikutsertaan pada event Griya; dan rencana keikutsertaan untuk menjadi Bank Pelaksana penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *