in , ,

BOPO Bank Daerah Melonjak Di Kuartal Pertama

BOPO bank daerah

BOPO bank daerah mulai naik pada Kuartal I tahun 2019. Otoritas Jasa Keuangan mencatat BOPO atau Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional pada Januari 2019 berada di level 78,20 persen. Terhitung naik dibandingkan bulan Desember 2018 sejumlah 77,88 persen.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bank Kaltimtara), Abdul Haris menuturkan. Hingga kuartal I-2019 BOPO Bank daerah Kaltimtara menyentuh 86,32 persen. “Akhir 2018 lalu, BOPO kami masih berada di level 71,91 persen. Sementara hingga akhir bulan Maret 2019 sebesar 86,32 persen,” katanya.

Walau melonjak Haris menyatakan hal tersebut sebenarnya masih wajar, sebab pada awal tahun biaya operasional mulai berlangsung normal. Sedangkan dalam hal pendapatan operasional belum sempurna terbentuk.

Hingga bulan Maret, biaya bunga yang mencapai 54 persen menjadi faktor utama dalam BOPO bank daerah. Sementara hingga akhir tahun 2019, Bank Kaltimtara menargetkan BOPO di level 79,48 persen.

Hal yang sama juga terjadi pada PT Bank Pembangunan Sumatera Selatan dan Babel. Menurut Direktur Pemasaran, Antonius Prawiro Argo hingga bulan Maret 2019, BOPO Bank daerah Sumselbabel telah menyentuh 82,59 persen. Angka tersebut berada di atas target yang dicanangkan yakni sebesar 79,65 persen.

Antonius menjelaskan, bahwa beban utama pihaknya terdapat pada biaya dana. Namun pihaknya masih sangat optimistis untuk mencapai target dengan cara terus mengoptimalkan dana murah. Maka dari itu, LDR tidak adanya biaya yang idle serta biaya juga makin efisiensi.

Meski begitu sejak awal tahun, BOPO Bank daerah lainnya bergegas disusutkan. Seperti PT Bank Pembangunan Daerah DIY contohnya, pada kuartal I-2019 mencatatkan BOPO sebesar 69,74 persen. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan akhir 2018 lalu yang sebesar 73,35 persen.

RASIO BOPO BANK DAERAH

Direktur Pemasaran Bank DIY, Agus Trimurjanto mengatakan hingga akhir tahun ini Bank DIY menargetkan memiliki rasio BOPO sebesar 69,74 persen.

Begitu pula dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM). Hingga kuartal I-2019, Direktur Keuangan Ferdian Timur Satyagraha menuturkan, BOPO Bank daerah Jatim telah turun menjadi 62,7 persen. Dibandingkan akhir tahun 2018 lalu yang mencapai 69,45 persen.

Selain itu, peningkatan layanan perbankan digital juga bakal menjadi andalan. Bank Jatim akan berupaya mengakuisisi nasabah baru. Terutama pada segmen UMKM melalui Jatim Code, platform QR Code Bank Jatim yang baru dirilis. []

Berita Bank

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Al Falah Investments

Al Falah Investments Segera Akuisisi Bank Muamalat

Bank Ganesha

Bank Ganesha Catat Penurunan Laba Bersih