BTN Telah Maksimalkan CAR Dalam Kredit

oleh
BTN

BTN telah memaksimalkan CAR dalam kredit. Sebab rasio permodalan perbankan yang tebal saat ini dinilai belum disalurkan secara maksimal ke dalam pertumbuhan kredit. Alasan utamanya yaitu, masalah likuiditas perbankan yang hingga saat ini masih terbilang ketat. PT Bank Tabungan Negara Tbk menilai pihaknya dapat memaksimalkan permodalan melalui penyaluran kredit yang terhitung lebih cepat daripada industri.

Capital Adequacy Ratio atau CAR adalah rasio kecukupan modal yang berfungsi menampung risiko kerugian yang kemungkinan akan dihadapi oleh bank. Semakin tinggi angka CAR maka semakin baik kemampuan bank dalam menanggung risiko dari setiap kredit atau aktiva produktif yang berisiko.

Apabila nilai CAR tinggi, maka bank tersebut sanggup membiayai kegiatan operasional dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas. Meski lebih rendah dibandingkan CAR secara industri sebesar 23,97 persen pada Maret 2019 lalu. Perseroan menilai jumlah tersebut sudah jauh di atas batas bawah yang mesti dijaga oleh BTN dengan profil risiko II sebesar 9 persen.

CAR BTN di Level 17,62 Persen

Direktur Resiko, Strategi dan Kepatuhan BTN, Mahelan Prabantariks mengatakan, posisi capital adequacy ratio (CAR) per Maret 2019 berada di level 17,62 persen. Jumlah itu pun dirasa telah memenuhi tambahan permodalan sesuai Basel III countercylical buffer sebesar 0 hingga 2,5 persen. Sedangkan capital conservation buffer sebesar 2,5 persen dan capital surcharge sebesar 1 hingga 2,5 persen.

Bank bersandi saham BBTN ini mengatakan, cara memaksimalkan CAR yaitu dengan meningkatkan profitabilitas bank. Dan menerbitkan pinjaman atau obligasi, serta melakukan rights issue apabila diperlukan.

Menurut Mahelan, kondisi CAR yang tebal secara industri saat ini disebabkan bank yang belum optimal dalam melakukan penyaluran kredit. Kondisi tersebut berbeda dengan BTN, sebab Bank Tabungan Negara merupakan bank yang termasuk agresif dalam penyaluran kredit.

Memang pada per kuartal I 2019 BTN mencatatkan pertumbuhan kredit sebanyak 19 persen secara year on year (yoy). Posisi loan to deposit ratio (LDR) juga lebih besar dibandingkan industri yaitu di atas 100 persen. Menurut perseroan, masing-masing bank mempunyai siasat sendiri dalam menyalurkan kredit. Hal ini tentunya bergantung dari kemampuan likuiditas dan mitigasi risiko.

“Angka ideal (CAR) dikembalikan terhadap kondisi masing-masing perbankan, berapa tingkat profil risikonya dan berapa rasio LDR-nya. Serta perhitungan tambahan yang sesuai Basel III,” tambah Mahelan. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *