in , , ,

Bunga Kredit Akan Naik, Bersiaplah!

Bunga Kredit

Sepertinya perbankan sudah tidak bisa berlama lama lagi menahan kenaikan bunga kredit. Hal ini tercermin dari bunga deposito yang telah menyesuaikan tingkan bunga acuan Bnak Indonesia (BI) yang sejak awal tahun 2018 sudah mengalami kenaikan sebesar 100 basis poin.

Meskipun BI memprediksi dampak kenaikan bunga BI kepada bunga kredit akan lebih lama karena kenaikan tidak langsung ditransmisikan kepada bunga kredit. Tetapi setidaknya ada penyesuaian sekitar 6 bulan.

Kepala Grup Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan Dody Arifianto, mengatakan bahwa dalam kurun waktu 6-9 bulan, kenaikan bunga acuan akan diikuti oleh kenaikan bunga kredit.

Lebih lanjut ia memprediksi adanya kenaikan Bungan acuan akan diikuti kenaikan bunga kredit perbankan sebesar 70-80 bps dalam waktu dekat ini.

Adapun saat ini para bankir tengah sibung berhitung dampak dari kenaikan bunga acuan tersebut terhadap biaya dana. Menurut Direktur Korporasi Bank Mandiri, Royke Tumilaar, Bank Mandir tidak akan langsung menaikkan suku bunga kredit.

“Pertimbangannya antara lain seberapa cepat dan besar kenaikan biaya dana selain pertimbangan kenaikan bunga dari bank lain,” terang Royke.

Sementara itu Wakil Direktur Utama BNI, Herry Sidharta, menyebut kenaikan suku bunga kredit akan tetap disesuaikan dengan kepentingan debitur, deposan dan kredit.

Sedangkan Presiden Direktur Bank Mayapada, Haryono Tjahjarijadi, memproyeksikan dalam beberapa bulan mendatang bunga kredit akan naik 50 bps-100bps. []

Berita Bank

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

OJK

OJK: Per Mei 2018 Pertumbuhan Kredit Perbankan 10,26%

KUR Bank Sumut

Hingga Mei 2018 KUR Bank Sumut Sudah Terserap Rp315,7 Miliar