Bunga OK OCE VS Bunga Kredit Usaha Rakyat! Mana Lebih Menguntungkan?

oleh

Seperti diketahui bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sangat concern terhadap salah satu program strategis yang digadang-gadang akan mampu menjadikan warga Jakarta sebagai entrepreneurship melalui program wirausaha One Kecamatan One Center Entrepreneurship (OK OCE).

Tidak berlama-lama, pasangan yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS itu pun langsung tancap gas. Meskipun sempat menuai kontroversi terkait persoalan permodalan, namun Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menjanjikan permodalan terhadap peserta OK OCE.

“Terkait hal ini kami hanya menjanjikan fasilitas permodalan melalui skema permodalan yang bersumber dari perbankan dengan besar permodalan mencapai Rp300 juta,” jelas Sandi.

Menurut Sandi, skema permodalan yang telah ditetapkan bank DKI yaitu dengan suku bunga sebesar 13%, merupakan perjanjian bisnis Bank DKI sebagai mitra perbankan. Dengan demikian, maka pihaknya tidak bisa melakukan intervensi terhadap hal tersebut, pasalnya Pemprov sejak awal hanya akan memberikan pelatihan bagi peserta sebagai syarat atau akses permohonan modal ke Bank DKI.

Namun demikian, tingkat suku bunga OK OCE sebesar 13% tersebut dinilai masyarakat dan pelaku usaha terlalu tinggi jika dibandingkan tingkat suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digaungkan oleh pemerintah pusat. Seperti diketahui bahwa dalam rangka mendukung pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memutuskan untuk menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 9% menjadi 7% per tahun yang telah berlaku sejak 1 Januari 2018.

Menanggapi hal tersebut, Sandi mengatakan bahwa besaran suku bunga yang telah ditetapkan merupakan domain nya Bank DKI. “Karena ini B2B (business to business)! Pemprov hanya memfasilitasi saja,” terang Sandi.

Menurut Sandi, para anggota OK OCE hampir rata-rata tidak pernah mempermasalahkan besaran bunga tersebut. Karena dengan adanya akses permodalan tersebut sudah sangat membantu mereka. “Alhamdulillah ada yang 13 persen Bank DKI, ada yang 16 persen, ada yang 19 persen. Malah anggota OK OCE bilang ada bunga sampai 24 persen juga mereka tidak mempersoalkan, karena yang penting adalah akses. Mereka tidak pernah meributkan bunganya yang berapa,” ujar Sandiaga belum lama ini di GOR Ciracas, Jakarta Timur.

Akses permodalan, jelas Sandi, menjadi penting bagi para anggota OK OCE. Sebagai contoh, yang terjadi selama ini, imbuh Sandi, hampir seluruh pedagang di PD Pasar Jaya diwajibkan membayar bunga sebesar 20% setiap minggunya bahkan ada yang membayar bunga 5% tiap harinya.

“Karena mereka tidak memiliki akses permodalan seperti yang kami tawarkan. Dengan terdaftar sebagai anggota OK OCE maka sudah dipastikan bisa mendapatkan akses permodalan perbankan,” ujar Sandi.

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *