CAD Diperkirakan Defisit Hingga 3 Persen

oleh
CAD

CAD atau current account deficit diprediksi oleh Bank Indonesia mengalami defisit. Diperhitungkan kisarannya berada di angka 2,5 persen sampai 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sebelumnya Bank Indonesia pernah menyampaikan prediksi CAD terhadap PDB berada di kisaran level 2,5 persen saja. Hal ini berdasarkan pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo, dengan mempertimbangkan kondisi global yang masih berada di dalam tekanan.

Perry Warjiyo juga menjelaskan, bahwa pemerintah dan Bank Indonesia tetap berupaya melakukan pengurangan defisit tersebut dengan mempertimbangkan kisaran proyeksi yang ada.

CAD yang berada di kisaran 2,5 persen sampai 3 persen, dapat menyebabkan beratnya mendorong maju ekspor negara di pasar global. Dengan pertumbuhan ekonomi yang seperti ini, sebenarnya negara tidak dapat lagi mengandalkan ekspor sebagai penopang pendapatan negara.

Tekanan ekonomi global yang ada ini masih dipengaruhi oleh perang dagang yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan China. Hal ini sangat berdampak besar ke seluruh dunia, termasuk juga Indonesia.

Perbandingan CAD dalam periode tertentu

Untuk tetap mendorong kemajuan ekspor yang ada agar tetap terus bergerak, pemerintah melakukan upaya mulai dari program B20 hingga semakin menggalakan pariwisata.

Terhitung hingga di kuartal 2019 ini, realisasi dari CAD telah mencapai US$7 miliar atau mencapai angka 2,6 persen terhadap produk domestik bruto.

Jika dilakukan perbandingan dengan periode kuartal sebelumnya, angka ini menjadi lebih kecil. Tercatat CAD pada periode lalu berkisar di angka 3,57 persen terhadap PDB. Dan jika dibandingkan lagi pada periode yang sama di tahun lalu yang berada di nilai 2,01 persen, angka ini mengalami pelebaran.

Perry Warjiyo juga menambahkan, bahwa Bank Indonesia masih terus bersinergi dengan otoritas terkait untuk memperkuat peningkatan ketahanan eksternal yang ada.

Sementara itu, neraca perdagangan mengalami defisit sebesar US$124,3 miliar pada periode April 2019. Hal ini sejalan dengan terjadinya perlambatan ekonomi global dan juga adanya faktor musiman. Selain itu, aliran masuk dari modal asing juga terus berlanjut, ditopang dengan masuknya aliran investasi portofolio. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *