Defisit Neraca Perdagangan! Ini Solusi Yang Ditawarkan

oleh
Defisit neraca perdagangan

Defisit neraca perdagangan saat ini menjadi masalah dan tantangan terbesar bagi pemerintah Indonesia. Untuk mengatasinya, perlu berbagai terobosan agar tidak terulang.

Terobosan yang harus dilaksanakan banyak perusahaan, khususnya perusahaan di bawah Kementerian BUMN, seperti penerapan pada pengembangan industri petrokimia nasional.

Defisit neraca perdagangan yang menghantui pemerintah dapat diatasi dengan meningkatkan devisa negara. Devisa negara dapat ditingkatkan dengan meningkatkan ekspor dan mnegurangi produk-produk impor.

Industri petrokimia menjadi pilihan terbaik, mengingat saat ini Indonesia belum mempunyai indutri petrokimia yang kuat dan teritegrasi. Dengan dikembangkannya petrokimia yang merupakan industri hulu maka akan memicu pertumbuhan industri lain.

Tuban Petro Bisa Tekan Defisit Neraca Perdagangan

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono menyebutkan bahwa PT Tuban Petrochemical Industries (TPI) atau Tuban Petro berpeluang besar menekan defisit neraca perdagangan.

Tuban Petro yang notabene merupakan perusahaan terbuka milik BUMN merupakan aset yang potensial. Industri petrokimia yang dihasilkan merupakan industri hulu yang mempengaruhi banyak indsutri lain sehingga perannnya sangat penting.

Tuban Petro sendiri di tahun 2019 ini menjadi prioritas pengembangan pemerintah. Pengembangan yang dibuat dalam kerangka kebijakan penguatan daya saing jangka menengah dan panjang.

Achmad Sigit bahkan tidak hanya sekadar mengusulkan solusi. Achmad menjelaskan beberapa cara memaksimalkan anak usaha agar pengembangan Petro Turban dapat menurunkan defisit neraca perdagangan. Anak usaha yang dimaksud terutama adalah PT Trans Petrochemical Pacific Indonesia (TPPI).

Langkah pertama yang disebutkan adalah membuat masterplant integrated petrochemical cluster. Dalam masterplan tersebut direncanakan TPPI membangun aromatic centre dan olefin centre. Saat ini, TPPI baru memiliki aromatic plant yang menghasilkan benzena toluene dan xylene (BTX). Satu-satunya aromatic plant yang dimiliki Indonesia.

Usaha lain yang dapat dilakukan adalah dengan bersinergi dengan PT Pertamina. PT Pertamina dapat membnatu program industri petrokimia dengan meningkatkan investasi. Pertamina berperan menghasilkan naftha maupun condensate sebagai bahan baku. Nafha dgunakan sebagai bahan untuk aromatic centre maupun olefin centre TPPI.

Achmad Sigit dalam keterangannya juga mengingatkan bahwa pengembangan Tuban Petro sangat penting. Jika Tuban Petro tidak segera diakselerasi sebagai solusi maka defisit akan terus terjadi. Impor terus meningkat sementara ekspor tidak mengalami kenaikan.

Di tahun 2018 saja, Indonesia sudah mengalami defisit neraca perdagangan sebesar USD15 miliar. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *