Dirut Bank Mandiri: “NPL Perbankan Erat Kaitannya Dengan Harga Komoditas”

oleh
NPL Perbankan

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo menyerbut jika rasio kredit bermasalah atau NPL perbankan sangat erat kaitannya dengan harga komoditas. Menurutnya, ekonomi Indonesia sampai dengan saat ini masih bergantung terhadap harga komoditas.

“Adanya perubahan harga komoditas akan berdampak terhadap perubahan NPL yang sangat besar,” ujarnya dalam acara outlook 2019 oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni), belum lama ini.

Pernyataan pria yang akrab disapa Tiko tersebut terbukti ketika harga komoditas pada tahun 2014 jatuh dan menyebabkan rasio NPL perbankan ikut mengalami kenaikan.

“Puncaknya pada tahun 2016 dimana harga komoditas yang jatuh menyebabkan NPL Bank naik cukup tajam,” ujar Tiko.

Lebih lanjut Tiko mengatakan, ada yang menarik di tahun 2014 dimana pada saat harga CPO atau minyak sawit mentah berada di bawah harga US$440 per metric ton menyebabkan perekonomian di wilayah Kalimantan dan Sumatra mengalami guncangan yang berdampak terhadap naiknya level NPL.

Perekonomian daerah yang mengalami gangguan akan berdampak terhadap sektor strategis yang mengikutinya seperti transportasi dan properti.

“Bahkan untuk smeentara waktu kami menghentikan penyaluran KPR di wilayah Kalimantan. Sementara untuk wilayah Sumatera kami tetap menyalurkan KPR namun dalam jumlah terbatas karena kami tidak ingin ada risiko,” ujanya.

Tiko berharap, pemerintah agar meningkatkan porsi pendapatan di luar komoditas seperti manufaktur.

“Kami berharap pemerintah bisa meningkatkan produktivitas serta nilai tambah untuk industri,” tutup Tiko. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *