Ekonomi Korporasi, Dorong Penerapan Sislogdes

oleh
Ekonomi Korporasi

Ekonomi Korporasi menyebutkan Pemerintah bersama pengusaha logistik berkolaborasi dalam mengkaji sistem logistik desa atau dengan sebutan Sislogdes. Upaya ini ditujukan untuk mendongkrak efisiensi serta efektivitas sistem logistik barang dari desa ke daerah perkotaan. Seperti sebelumnya sistem yang telah ada.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menyatakan tujuan terpenting dari sislogdes ini adalah membantu memasarkan produk pedesaan. Seperti; komoditas pangan, buah-buahan maupun produk jadi yang dibuat langsung oleh masyarakat desa.

Baca Juga: Syarat KUR BRI, Sangat Mudah

Ia menilai, jika industri logistik masih terfokus pada proses pengiriman produk dari kota ke desa. Kebanyakan dalam bentuk barang jadi seperti di minimarket. Hal ini berakibat menurunnya daya saing produk desa, bahkan dalam cakupan kota maupun kabupaten.

Dalam ekonomi korporasi, ada beberapa daerah yang sudah memanfaatkan badan usaha milik desa (bumdes) untuk menjajakan komoditas mereka. Tetapi, Yukki menjelaskan jika akibatnya belum berkembang secara nasional dan baru berpusat di daerah Jawa. Melalui sislogdes diharapkan logistik dapat dibangun secara merata hingga wilayah Sulawesi dan Kalimantan.

Ia juga yakin jika sistem ini sudah berjalan, tingkat keterlibatan pengusaha logistik dapat meningkat tajam serta jelas payung hukumnya. Dalam berita ekonomi korporasi, menganggap logistik desa tidaklah menarik, sehingga hanya tiga sampai lima persen saja anggota ALFI yang masuk kedalamnya.

Tantangan terbesarnya adalah kualiti dan biaya logistik yang cenderung mahal. Faktanya, banyak produk desa yang memiliki kualitas bagus dan berpotensi laku di pasaran. Kabar baiknya dua poin diatas akan dibahas di silogdes.

EKONOMI KORPORASI MELALUI SISLOGDES

Yukki turut menambahkan jika dalam silogdes akan dituangkan ilmu mengenai penyimpanan dan pengemasan khususnya produk makanan yang membutuhkan penanganan secara spesifik. Hal ini ditujukan untuk menambah pemahaman masyarakat, yang akan turut meningkatkan ekonomi korporasi di Indonesia.

Tak hanya di satu desa namun, pemahaman ini akan disebarkan ke daerah-daerah pedesaan lainnya guna meningkatkan kemampuan ataupun skill secara menyeluruh. Tak lupa, pihaknya juga akan menghadirkan sejumlah solusi yang nantinya akan diserahkan kepada Kementrian Koordinator ( Kemenko) bidang perkonomian.

Baca Juga: Impor Bawang Putih Bulog Tunggu Kementerian BUMN

Melalui Silogdes, tujuan pemerataan ekonomi korporasi di berbagai wilayah dapat segera terwujud. Namun tetap dengan catatan, akan adanya basis data komoditas unggulan per daerah. Ia berharap jika kementrian juga aktif terlibat.

Menurut Menko bidang perekonomian, Darmin Nasution mengatakan jika kendala utama produk desa adalah masalah standarisasi. Hal ini berkaitan produk yang terus membanjiri desa dari kota. Dalam ekonomi Darmin juga menyebutkan jika pasar telah dihabiskan oleh pelaku industri besar di kota, sementara desa hanya tinggal sisanya saja. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *